Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Minus 4,19 Persen

Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Minus 4,19 Persen
UANG | 5 Agustus 2020 12:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 sebesar -4,19 persen. Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi semester I tahun ini tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,26 dibandingkan semester I tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan hampir seluruh negara mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19 seperti penutupan sekolah, bisnis, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga lockdown mengakibatkan penurunan tingkat konsumsi dan investasi.

"Pandemi Covid-19 telah menciptakan efek domino dari masalah sosial dan ekonomi, dan dampaknya menghantam seluruh lapisan masyarakat mulai dari rumah tangga, UMKM hingga korporasi," jelas Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8).

Pandemi ini membuat harga komoditas anjlok. Misalnya, harga minyak Indonesia atau ICP (Indonesia Crude Price) anjlok 57,9 persen secara year on year. Harga komoditas hasil tambang di pasar internasional seperti timah, aluminium, tembaga juga mengalami penurunan baik quartal to quartal (q-to-q) dan year on year (y-o-y).

"Sementara harga komoditas makanan seperti gandum, minyak kelapa sawit dan kedelai mengalami penurunan q-to-q, tetapi meningkat secara y-o-y," ujar Suhariyanto.

Kemudian, penjualan mobil turun 85,02 persen y-o-y, sepeda motor secara wholesale juga turun 79,70 persen, produksi semen minus 9,08 persen dan pengadaan semen turun 7,69 persen. "Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia juga turun 81,49 persen q-to-q dan 87,81 persen y-o-y," ujar Suhariyanto.

Lalu, negara-negara mitra dagang Indonesia juga mengalami kontraksi ekonomi di kuartal II 2020, seperti Amerika Serikat yang minus 9,5 persen y-o-y, Singapura minus 12,6 persen, Korea Selatan minus 2,9 persen, Hong Kong minus 9 persen dan Uni Eropa minus 14,4 persen.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Wapres Ma'ruf: Perlu Ada Kebijakan Cegah Keterpurukan Ekonomi Lebih Dalam
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Minus 4,19 Persen
Lebaran Dinilai Tak Mampu Angkat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020
Rekomendasi Bank Dunia untuk Pemulihan Ekonomi RI, Termasuk RUU Cipta Kerja
Resesi Uni Eropa Dinilai Bakal Pengaruhi Ekonomi Indonesia
Deretan Negara yang Resmi Masuk Jurang Resesi Akibat Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami