Ini Pesawat R80, Cita-Cita BJ Habibie yang Nyaris Terwujud

UANG | 11 September 2019 19:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kabar duka datang dari keluarga Bacharuddin Jusuf Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia itu mengembuskan napas terakhir di RSAPD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Semasa hidup, BJ Habibie pernah bermimpi memiliki pesawat nasional yang bisa membawa nama Indonesia lebih harum. Tak disangka, mimpi ini terwujud dengan diciptakannya pesawat R80 yang rencananya akan dirakit tahun ini dan mulai di jual tahun 2025 mendatang.

Meski belum dipastikan kapan tepatnya akan dirakit, pesawat R80 ini ternyata laris manis. Buktinya, sudah ada pesanan sebanyak 155 unit, dengan rincian Nam Air memesan 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit.

Pesawat ini diklaim BJ Habibie menjadi kebanggaan terbarunya. Bahkan BJ Habibie pernah menyatakan tidak ingin meninggal sebelum hasil rancangannya ini mengudara.

Pesawat R80 dilengkapi dengan sistem kendali fly by wire yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Lalu, pesawat ini juga bisa meminimalisir suara bising yang dihasilkan baling-baling pesawat. Sistem penyesuaian udara juga ditanamkan di sini sehingga tekanan udara di pesawat stabil tidak terpengaruh ketinggian pesawat.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Habibie mengatakan sebagai pesawat bermesin baling-baling atau mesin turboprop, konsumsi bahan bakar pesawat R80 jauh lebih irit 20 persen ketimbang pesawat bermesin jet. Hal ini tentu menjadi pertimbangan maskapai untuk membeli pesawat R80, karena efisiensi bahan bakar dapat membuat perusahaan semakin untung.

"Menurut saya minimal 20 persen irit, itu cukup berarti. Karena laba perusahaan sangat sedikit, kompetisi ketat, sehingga mereka harus bisa berhemat," tuturnya.

Berikutnya adalah pesawat R80 mampu terbang di landas pacu yang pendek, meski dapat mengangkut banyak penumpang, pesawat R80 dapat mengakses bandara kecil yang biasanya terdapat di wilayah kepulauan.

"Selain itu terbang landas di landasan pendek, ada keunggulan di kota kecil menengah. Ini untuk rute yang tidak terlalu jauh," ujar Ilham Habibie.

Kemudian, pesawat ini didesain untuk penerbangan sipil yang akan memiliki teknologi dan kebutuhan pasar 5-10 tahun ke depan.

"Untuk kebutuhan pasar hingga 10 tahun ke depan itu, pesawat ini mampu di upgrade hingga bisa menampung 100 penumpang. Awalnya kita memang buat untuk 80 penumpang dulu," kata Ilham.

Baca juga:
Perjalanan Hidup BJ Habibie Hingga Sukses Meniti Karier
Mengenang Kerja Keras Habibie Bangun Industri Penerbangan Nasional
AHY: Pak Habibie Kembali Bersama Istri Tercinta Ibu Ainun
Jokowi: BJ Habibie Negarawan yang Patut Dijadikan Contoh dan Teladan
BJ Habibie Wafat, Presiden Jokowi Sampaikan Duka Mendalam
Anak BJ Habibie: Ayah Saya Meninggal Dunia Pukul 18.05 WIB

(mdk/idr)