Ini Solusi Agar Milenial Tertarik Investasi Properti

UANG | 24 Januari 2019 15:58 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Investasi rumah atau properti nampaknya masih belum dilirik generasi milenial. Sebab, kebanyakan mereka masih memilih menghabiskan penghasilannya untuk melakukan traveling ketimbang harus membeli hunian. Lalu bagaimana menyiasati agar milenial tertarik untuk melakukan investasi di sektor properti?

Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung mengatakan, salah satu cara menggaet generasi milenial untuk melakukan investasi di sektor properti yakni dengan menghadirkan konsep rumah berukuran kecil (micro house). Sebab, jenis hunian ini tidak memerlukan biaya banyak sekaligus tawarkan desain yang menarik.

"Ini akan terjadi segera dan mulai ada beberapa developer masuk ke sana (micro house). Saya melihat kecenderungannya ke sana dan market ini bisa lebih bagus," ucapnya saat diskusi properti outlook 2019, di Jakarta, Kamis (24/1/).

Ignatius mengatakan, selama ini masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial dalam mencari hunian cenderung memilih rumah tapak ketimbang apartemen atau rumah susun. Namun, untuk membeli rumah tapak tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Micro house adalah rumah kecil karena mereka punya keterbatasan uang untuk membeli sehingga mereka mikir mau masuk apartemen. Culturenya orang Indonesia kalau tidak punya tanah tidak punya properti," ucapnya.

Dengan demikian, micro house dapat menjadi solusi yang tepat untuk menarik milenial berinvestasi di sektor properti. Karena rata-rata berpendapat bahwa micro house merupakan sebuah hunian mungil, dengan lahan yang juga terbatas, namun dapat menampung banyak orang dengan nyaman.

Micro house sendiri, rata-rata memiliki ukuran yang lebih kecil dari rumah tapak pada umumnya. Yakni berkisar di bawah 70 meter hingga 40 meter. Namun, memiliki kualitas yang bagus sehingga tidak termasuk rumah Rumah Sangat Sederhana (RSS) atau Rumah Sangat Sederhana Sekali (RSSS).

"Secara kualitas, kualitasnya mewah bagus, paling tidak enak dilihat. Tapi secara ukuran memang kecil. Ini sudah terjadi di Jepang. Kalau kita lihat di Jepang banyak rumah-rumah kecil tapi secara kualitas bagus tapi kecil," katanya.

Baca juga:
Konsumen Kaya Lebih Suka Membeli Properti Tunai
Peminat Properti Disarankan Lakukan Pembelian Tahun ini, Berikut Alasannya
Penjualan Rumah Bekas di 2018 Meningkat, Paling Banyak di Jabodetabek
Sejak 2014, Pengajuan KPR Segmen ini Oleh Generasi Milenial Terus Catat Peningkatan
Meneropong Prospek Pasar Properti di Tahun Babi Tanah
Crown Group Siapkan Rp 50 Triliun Bangun 4 Proyek, Termasuk di Indonesia

(mdk/idr)