INKA Bakal Bangun Kereta Api untuk Madagaskar

UANG » BANYUWANGI | 19 Agustus 2019 17:50 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PT INKA (Persero) tengah menjajaki kerja sama dengan Madagaskar untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dan infrastruktur perkeretaapian di negara tersebut.

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan beberapa perusahaan BUMN seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero), PT Timah Tbk, termasuk Indonesia Eximbank selaku lembaga pembiayaan untuk mewujudkan kerja sama tersebut. Mekanisme kerja sama adalah build operator transfer alias (BOT).

"Misalkan kita kontrak investasi di situ bareng-bareng katakanlah X kita minta 30 tahun. Setelah 30 tahun, serahkan ke pemerintah mereka," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (19/8).

Nantinya, WIKA akan membangun sarana prasarana perkeretaapian. Pembangunan persinyalan kereta api dilakukan oleh LEN. Sementara INKA akan berperan dalam pembuatan kereta api serta infrastrukturnya.

Sedangkan Madagaskar berencana menawarkan konsesi untuk mengelola tambang bauksit kepada PT Inka. PT Timah yang nantinya berkolaborasi dengan salah satu perusahaan di Madagaskar untuk menggarap tambang tersebut.

"Kita sudah MoU. Mereka menjanjikan konsesi 20 juta ton kepada kita sebagai jaminan. Kita tunggu realisasinya saja, baru jalan," tambahnya.

Dia menghitung nilai investasi sarana prasarana yang dibutuhkan mencapai USD 350 juta. "Investasi kira-kira, USD 350 juta. Kita juga minta paling tidak USD 46 tarif (angkut) per ton, kita agak murah sedikitlah, target kita enggak banyak-banyak sebetulnya, dua juta aja setahun. Sudah cukup dua juta ton.," tegasnya.

Dari jumlah tersebut, porsi yang akan dipenuhi oleh PT Inka sekitar 30 persen. Sementara sisanya bisa didapatkan dari hasil patungan sejumlah BUMN.

"USD 350 juta untuk BUMN digotong sama Exim (Indonesia Eximbank) segala macam. Nanti yang bangun uangnya Eximbank, yang bangun Wika, yang masang sinyal LEN, sarana kita," tandasnya.

Baca juga:
Tekan Impor, INKA Harap Inalum Bisa Pasok Kebutuhan Aluminium untuk Kereta Cepat
Bos INKA Ungkap Alasan KRL Gunakan Kereta Bekas dari Jepang
INKA Kesulitan Cari 'Tempat Parkir' 134 Gerbong LRT Jabodebek
LRT Cibubur-Cawang Diuji Coba Bulan Depan
Bos INKA: Pabrik Kereta Banyuwangi Sudah Terbangun 26 Persen
INKA Gigit Jari Proyek Pengadaan Bus TransJakarta Tersandung Kasus Korupsi

(mdk/idr)