Intip Tips Sukses Kelola Bisnis ala Brodo dan Never Too Lavish

Intip Tips Sukses Kelola Bisnis ala Brodo dan Never Too Lavish
Poster Mandiri Karnaval 2020. ©2020 Merdeka.com
UANG | 3 Oktober 2020 20:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pekerja milenial dikenal sebagai pekerja 'kutu loncat'. Sebab, generasi ini disebut memiliki keingintahuan serta kemampuan beradaptasi yang tinggi. Namun di sisi lain, generasi ini juga memiliki kecenderungan mudah bosan. Hal-hal tersebut yang dinilai memicu generasi milenial menjadi 'kutu loncat'.

Berkenaan dengan itu, Founder sekaligus Lead Artist Nevertoolavish (NTL), Bernhard Suryaningrat atau akrab disapa Abeng, mengatakan tak pernah memberi aturan formal kepada seniman yang tergabung dalam Nevertoolavish. Termasuk jam kerja yang dibebaskan. Hal ini, kata Abeng, memberi keleluasaan kepada seniman untuk mengeksplorasi karya mereka.

Namun, seiring dengan pesatnya minat konsumen, Abeng merasa perlu menekankan adanya kedisiplinan. Sehingga pesanan cepat selesai dan kuantitas bisa bertambah. Ini juga otomatis akan menambah pundi-pundi seniman di Nevertoolavish.

"NTL ini awalnya memang tidak pernah ngasih jam kerja. Mau kerja jam berapa aja bebas, yang penting selesaiin barang. Tapi ternyata ada beberapa faktor yang harus sedikit berubah. Karena seniman itu kalau mau dibebasin, terkadang mereka jadi liar," kata dia dalam Inspiring Talkshow "from Indonesia To The World" Mandiri Karnaval 2020, Sabtu (3/10).

"Jadi gue mengajarkan mereka untuk lebih disiplin waktu. Jadi gue coba terapkan jam kerja, emang awalnya agak sedikit ada perlawanan. Kayak mereka ada yang tidak bisa nih, segala macam, tapi akhirnya mereka tersadar bahwa ternyata waktu itu juga sangat penting. Dan mereka pun mendapatkan penghasilan lebih dari disiplin itu," sambung Abeng.

Baca Selanjutnya: Tips ala Brodo...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami