Investasi Jadi Andalan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Investasi Jadi Andalan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi Global
UANG | 12 Agustus 2019 11:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, pemerintah akan fokus pada peningkatan investasi dalam menghadapi tantangan global. Diharapkan ke depan, masalah penghambat investasi segera dipangkas sehingga investasi tumbuh subur dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia akan terus mencoba (agar pertumbuhan ekonomi terus naik). Investasi nantinya akan jadi agenda utama pemerintah," ungkapnya di gedung Bank Indonesia, Senin (12/8).

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2019 tercatat melambat. Pada periode ini, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,05 persen, melemah dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 5,27 persen.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kinerja ekspor dan impor yang tumbuh negatif, konsumsi rumah tangga yang masih tinggi dan investasi yang melambat. Selain itu, ekonomi Indonesia tetap terpengaruh kondisi global, sehingga pertumbuhan kali ini mengalami sedikit penurunan.

"Kita tumbuh meskipun tidak optimal, karena semuanya yang terkena dampak trade war saling berkaitan. Ekspor lambat, permintaan produksi berkurang, akhirnya investasi ikut melambat. Tidak hanya policy saja, jika ekonomi global terhambat maka pertumbuhan Indonesia juga terkena dampaknya," imbuhnya.

Begitu pula dengan nilai Rupiah yang melemah tajam beberapa waktu lalu. Pelemahan Rupiah, menurut Dody, terjadi karena ekonomi global sedang mengalami volatilitas.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
OJK: Orang Indonesia Punya Uang, Tapi Tak Punya Akses ke Jasa Keuangan
Wapres JK Minta Gubernur BI Turunkan Suku Bunga Acuan
Bank Indonesia Catat Dana Asing Masuk RI Capai Rp179,6 Triliun per 8 Agustus 2019
Pengusaha: Investasi Naik Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Turun
Cerita Bos BKPM: Pendapatan China Tumbuh 20 Kali Lipat Berkat Investasi Asing
BKPM Sebut OECD Tempatkan RI di Peringkat 3 Terbawah Negara Ramah Investasi Asing

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami