Investasi Turun, Taspen Masuk Pengawasan Ombudsman

UANG | 18 Januari 2020 17:48 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengatakan, pihaknya tengah memantau kinerja sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia. Khususnya dari segi tata kelola yang menjadi poin pengawasan pihaknya.

"Khusus pelat merah yang akan kami lihat ada Jiwasraya, sudahlah, sudah terjadi seperti ini. Asabri kami dalami. Kemarin ada catatan untuk kami. Nanti masuk dalam sistem review Ombudsman," kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (18/1).

Selain Jiwasraya dan Asabri, pihaknya juga tengah memantau kinerja PT Taspen. Meskipun dari segi investasi, Taspen tergolong masih oke, tapi perhatian khusus diberikan pada penurunan hasil investasi perusahaan tersebut.

"Kemudian Taspen. Taspen kami lihat oke. Agak konservatif di investasinya, tapi masih menyisakan minus sampai 23 persen. Apakah kemudian ada hal-hal lain perlu kita cermati," jelas dia.

Perusahaan BUMN lain yang diperhatikan Ombudsman, yakni BPJS Ketenagakerjaan. Perusahaan itu, kata dia, harus memiliki roadmap alias peta jalan investasi dana nasabah.

"Jangan lupa, duitnya besar sekali di sana. Kalau dia tidak punya roadmap investasi, suatu saat kita batuk bersama, kemudian tersungkur bersama. Jadi ini juga perlu kita pastikan bahwa model investasi di dalam BPJS TK sama konservatifnya seperti di dalam asuransi maka tidak ada jalan lain, OJK kita akan minta secepatnya membikin kriteria investasi di Asuransi," terang dia.

Selain perusahaan pelat merah, sudah ada empat perusahaan asuransi swasta yang masuk radar pengawasan Ombudsman. Keempat perusahaan tersebut terpantau bermasalah.

"Di luar itu, kami juga melihat, di luar Bumiputera, masih ada empat asuransi swasta lagi yang saya dapat informasi, saya lihat sepintas, juga punya problem. Walaupun ukurannya tidak sampai sebesar itu. Itu yang nanti akan kami beri catatan kepada OJK supaya segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi soal nama-nama perusahaan tersebut, dia mengaku enggan untuk membeberkannya. "Jangan lah. Kita kan mau jaga juga," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Uang Karyawan Bukan untuk Sinergi BUMN

Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih mewanti-wanti soal langkah 'sinergi BUMN', khususnya terkait corporate insurance. Dia meminta dana karyawan tidak dipindahkan seenaknya.

"Satu juga yang penting. BUMN sering ngomong sinergi BUMN. Hati-hati lho. Ini uang bukan untuk sinergi BUMN kalau uang karyawan Anda taruh di perusahaan asuransi tanpa sebuah persetujuan karyawan," tegasnya, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (18/1).

Menurut dia, dana yang disetor karyawan perlu dikelola secara baik dan benar. Karena itu, proses pemindahan dana, harus didahului dengan persetujuan karyawan.

"Karena menurut saya, aneh kalau duit orang lain, anda letakkan di tempat orang lain tanpa sepengetahuannya," kata dia.

Ke depan, perlu disusun kaidah yang jelas terkait asuransi perusahaan yang mengumpulkan dana dari karyawan. "Ini menjadi catatan oleh Ombudsman. Ke depan untuk model asuransi corporate, semacam ini, macam apa kaidahnya," ucap dia.

"Jangan dibiarkan seenaknya saja. Serikat karyawan ketemu Direktur BUMN asuransi, ketemu manajemen BUMN bersangkutan, jalan duit itu. Itu yang akan kita minta diperbaiki tata kelolanya," tandasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Ombudsman Sebut Bursa Efek Indonesia Kumuh seperti Pasar Kramat Jati
Ombudsman Bentuk Tim Khusus Bantu Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya
Ombudsman Minta Perusahaan Asuransi Tingkatkan Proteksi Nasabah
Ombudsman sebut Tata Kelola Jiwasraya Buruk, Ini Alasannya
Harley Selundupan Milik Mantan Dirut Garuda Parkir di Gudang Bea Cukai
Kritik Ombudsman untuk Polres Bandara Soekarno Hatta: Soal Sel Hingga Petugas Polisi
Pakai Biaya Sendiri, Setya Novanto Dirawat di Ruang VIP RSPAD

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.