Investor Milenial Dominasi Pembeli Obligasi Ritel

Investor Milenial Dominasi Pembeli Obligasi Ritel
investasi. shutterstock
UANG | 25 Januari 2021 11:44 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat tingkat kesadaran milenial dalam melakukan investasi pembelian Obligasi Ritel Negara (ORI). Hal tersebut terlihat dari penjualan ORI17 dan ORI18 yang didominasi oleh milenial.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, data penerbitan ORI17 mendapatkan nasabah 42.000 investor. Kemudian ORI18, 26.000 investor sebab akhir tahun sehingga berkurang.

"Dari jumlah tersebut 45 hingga 46 persen itu investor baru, dan kalau bicara sisi generasi milineal 30 hingga 40 persen. Jadi generasi milenial dari sisi investor memang merupakan yang terbesar meski dari sisi nilai masih tetap baby boomer yang memiliki punya duit baik. Jadi meski nilainya dikit tapi jumlah investasi lebih besar," ujarnya, Jakarta, Senin (25/1).

Deni menjelaskan, sisi positif apabila milenial semakin sadar investasi adalah meningkatkan kemampuan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pembiayaan pembangunan negara. Kondisi tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan utang luar negeri

"Sisi yang positif harapannya ketika begitu generasi milenal punya budaya kesadaran manfaat investasi. Dengan beranjak lebih dewasa penghasilan lebih meningkat maka diapun akan tingkatkan porsi investasi," jelasnya.

"Diharapkan ke depan jadi modal suatu negara agar dapat lebih mandiri dari sisi pembiayaan pembangunan. Kita tidak lagi banyak menggantungkan pembiayaan dari luar sebab ingin mendapatkan pendapatan dari dalam negeri," sambungnya.

Deni menambahkan, keterlibatan milenial dal investasi ORI sangat disarankan. Namun harus dibarengi dengan ilmu yang memadai agar para investor muda tersebut mampu mempertimbangkan dana yang dimiliki untuk diinvestasikan dibidang tertentu.

"Jadi yang dapat manfaat itu investor investor dalam negeri statusnya masih milenial. Ini suatu tren sangat positif perlu didukung yang perlu diingat luar biasa semangat, tapi kadang ilmu yang agak kurang. Sehingga perlu perluasan ilmu," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenkeu: Diperlukan Pembiayaan Utang Cukup Tinggi di 2021
Kemenkeu Buka Penawaran ORI 019, Tingkat Kupon 5,57 Persen
Per 19 Januari, Penawaran Hasil Lelang SUN Capai Rp55,3 Triliun
PUPR Catat Realisasi Proyek Infrastruktur SBSN Capai 94,49 Persen di 2020
Ini Proyek Strategis Nasional yang Gunakan Instrumen SBSN
SBSN Telah Biayai 700 Proyek Senilai Rp138,3 Triliun Selama 7 Tahun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami