IPI Ikuti Kemenhub Soal Pencabutan Izin Terbang Pilot Vincent Raditya

UANG | 25 Juni 2019 13:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyatakan sepakat dengan regulator, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terkait pencabutan izin terbang pilot sekaligus Youtuber Vincent Raditya untuk pesawat single engine.

"Kalau itu kami sepakat bahwa itu semuanya diserahkan kepada regulator. Apapun kebijakan regulator, karena dia authority. Jadi kita tidak akan membahas apapun soal kebijakannya," ungkap Ketua IPI Capt Iwan Setyawan di Jakarta, Selasa (25/6).

"Itu sudah final, apapun yang terjadi. Jadi kita tidak ingin membahas hal-hal seperti itu lagi karena sudah selesai, dan itu regulasi," Iwan menambahkan.

Diketahui, pangkal permasalahan pencabutan izin terbang Vincent Raditya bermula ketika dirinya membuat video prank dengan pesulap Limbad yang diunggahnya beberapa waktu lalu.

Dari video tersebut, Kemenhub menyatakan Capt Vincent Raditya melakukan beberapa kesalahan. Seperti membawa penumpang duduk di samping pilot (hot seat) dengan kondisi pilot dan penumpang tidak menggunakan shoulder harness sesuai ketentuan CSAR 91.105 dan CSAR 91,107.

Selain itu, Capt Vincent juga memberikan kendali terbang kepada orang yang tidak berwenang dan dengan sengaja melakukan manuver zero gravity (G Force), sementara dirinya bukan pemegang otorisasi flight instructor.

Akan tetapi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub masih memberikan kesempatan bagi Capt Vincent Raditya untuk mengajukan banding apabila menginginkan kembali kemampuan Single Engine Land Class Rating yang telah dicabut.

"Saya kira hal itu bawa saja ke DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara). Kalau memang ada evidence-nya, saya kira di DKPPU juga akan melakukan tugasnya. Kalau itu ada report-nya, silakan," ujar Capt Iwan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi turut buka suara dan mengatakan, pilot merupakan sebuah profesi yang menuntut tanggung jawab profesional atas keselamatan para penumpangnya.

"Kalau mereka melakukan tindakan-tindakan tertentu, apalagi ngajak penumpang, itu kan membahayakan. Padahal dia harus memberikan contoh kepada masyarakat," ujarnya di Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (29/5).

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Antisipasi Tiket Pesawat Mahal, IPI Tawarkan Program Penerbangan Umum
Ikatan Pilot Indonesia Minta Penerbang Balon Udara Ditindak Tegas
Bertakbir di Kesunyian Langit
Respons Menhub Budi Soal Kasus Pilot Vincent Raditya
Polisi Sebut Perlu Ekstra Waspada jika Pilot Unggah Kebencian dan Seruan Jihad
Menhub Budi Setuju Pilot Pengajak Aksi 22 Mei Ditindak Kepolisian

(mdk/azz)