Irfan Bachdim Cs Antusias Borong Saham BOLA

UANG | 17 Juni 2019 12:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) perusahaan yang mengelola klub sepakbola Bali United resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Para pemain sepakbola Bali United mengaku antusias untuk ikut berinvestasi.

Seperti diketahui, komposisi investor Bali United terdiri dari investor ritel sebanyak 41 persen dan investor institusi sebanyak 59 persen.

Seperti pemain nomor punggung 10, Irfan Bachdim. Dia mengaku turut membeli saham BOLA karena ditawari langsung oleh Direktur Utama Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri.

"Ini saya yang pertama kali investasi di saham. Sebelumnya belum pernah," tuturnya di Gedung BEI, Senin (17/6).

Selain Irfan, pemain gelandang dengan nomor punggung 20, Sutanto mengungkapkan bahwa setiap pemain Bali United memang diberikan kesempatan langsung membeli saham BOLA. "Ya saya beli. Pak piter mengajukan menawarkan ke setiap pemain," kata Sutanto.

Sutanto menjelaskan, meski terbilang pendatang baru menjadi investor di pasar modal, dirinya tertarik untuk mempelajari dunia pasar saham. "Untuk saham ini saya masih perlu banyak pelajari. Saya hanya tau label luarnya saja. Harus lebih mendalami lagi," kata dia.

Sebelumnya, pada pencatatan perdana ini, saham BOLA naik 69,14 persen atau 121 poin ke level Rp296. Saham BOLA ditransaksikan sebanyak 20 kali dengan volume sebanyak 1.295 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp38,33 juta.

Perseroan melepas sebanyak Rp2 miliar saham atau setara dengan 33,33 persen pada harga penawaran perdana yang ditetapkan sebesar Rp175 per lembar saham. Total dana yang diraup dari IPO sebesar Rp350 juta.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Resmi IPO, Saham Bali United Melambung 69,14 Persen
BEI Pastikan Aturan Electronic Book Building Rampung Oktober 2019
25 Emiten Baru Siap Melantai di Bursa Efek Tahun Ini
Resmi Melantai di BEI, Saham Hotel Fitra Naik 69,61 Persen
Kemenhub Sebut Maskapai RI Tengah Rugi, Begini Saham AirAsia dan Garuda
Begini Strategi VIVA Hadapi Revolusi Digital Industri Media

(mdk/azz)