Istana Apresiasi Kementerian BUMN Pilih Figur Terbaik Urus Garuda Indonesia

UANG | 23 Januari 2020 10:19 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Istana mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam menyelesaikan secara cepat dan terukur kepengurusan korporasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pernyataan ini menanggapi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Garuda Indonesia kemarin.

"Kami meyakini Kementerian BUMN yang menyelenggarakan RUPSLB, sudah memilih para figur terbaik pengurus Garuda pada Rabu (22 Januari 2020)," kata Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman di Jakarta, Kamis (23/1).

Fadjroel berharap jajaran dewan komisaris dan direksi yang terpilih dapat menyelesaikan semua permasalahan Garuda Indonesia sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen korporasi modern global. Selain itu, menaati semua peraturan perundang-undangan, memprioritaskan good corporate governance untuk mengantarkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan kelas dunia.

"Sehingga Garuda dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk negara Republik Indonesia dan masyarakat Indonesia," sambung Fadjroel.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia juga untuk mempergunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia," pungkas dia.

1 dari 1 halaman

Hasil RUPSLB Garuda Indonesia Angkat Irfan Setiaputra Jadi Dirut

PT Garuda Indonesia (Persero) telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hasilnya, Irfan Setiaputra ditetapkan menjadi Dirut Garuda Indonesia menggantikan Ari Ashkara.

"Direktur Utama dijabat oleh Irfan Setyaputra. Pemegang saham menyetujuinya 99,98 persen. Almost perfect," kata mantan Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol di Auditorium Garuda Indonesia City Centre (GCC), Rabu (22/1).

Selain mengubah susunan direksi, RUPSLB Garuda Indonesia ini juga merombak susunan komisaris. Terdapat nama-nama baru dalam susunan komisaris ini.

Nama baru dalam susunan komisaris Garuda Indonesia tersebut antara lain Triawan Munaf. Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini didapuk menjadi Komisaris Utama. Selain itu juga ada nama Yenny Wahid. Putri dari Presiden RI ke-4 ini menjabat sebagai Komisaris Independen.

Nama baru lainnya adalah Elisa Lumbantoruan yang menduduki posisi Komisaris Independen. Sebelumnya, Elisa merupakan Presiden Direktur dan CEO ISS, sebuah perusahaan alih daya multinasional.

Sedangkan komisaris lainnya adalah nama lama yaitu Chairal Tanjung. Sebelumnya Chairal Tanjung menjabat sebagai Komisaris Independen. Sedangkan saat ini dia menduduki posisi Wakil Komisaris Utama.

Peter Gontha juga bergabung kembali untuk menduduki posisi Komisaris. Sebelumnya Peter Gontha pernah menduduki posisi komisaris di Garuda Indonesia. (mdk/idr)

Baca juga:
Cerita Yenny Wahid Diminta Erick Thohir Jadi Komisaris Garuda Indonesia
Erick Thohir Bantah Tudingan Bagi-Bagi Jabatan Komisaris Garuda Indonesia
Bos Baru Garuda Indonesia Tolak Kartel Harga Tiket Pesawat
Fakta Menarik Seputar Pimpinan Baru Garuda Indonesia Hingga Pesan Unik Menteri Erick
Irfan Nilai Dirinya 'Gila' Mau Jabat Dirut Garuda Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.