Iuran Naik Mulai Juli, Defisit BPJS Kesehatan Turun Jadi Rp185 Miliar

Iuran Naik Mulai Juli, Defisit BPJS Kesehatan Turun Jadi Rp185 Miliar
UANG | 11 Juni 2020 17:46 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyebut bahwa defisit BPJS Kesehatan pada tahun 2020 menyusut menjadi Rp185 miliar. Penurunan defisit terjadi karena iuran BPJS Kesehatan mengalami kenaikan pada bulan Juli mendatang. Ini Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2020 yang telah disahkan Presiden Joko Widodo.

"Pada akhir tahun diproyeksikan kurang lebih (jika) situasi semakin lebih baik walaupun masih defisit Rp185 miliar," kata Fachmi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR-RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/6).

Sebelumnya, pemerintah telah merencanakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres Nomor 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Jika saja aturan ini dijalankan, maka BPJS Kesehatan akan surplus Rp3,791 triliun, Namun ini tidak akan terjadi karena aturannya telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).

"Kalau tadi digambarkan sebelum putusan MA proyeksi surplus Rp3,791 triliun," ungkap Fachmi.

Baca Selanjutnya: Kembali ke Aturan Lama...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami