Jadi Bos Baru Bank Mandiri, Ini Rencana Kerja Royke Tumilaar

UANG | 9 Desember 2019 17:08 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Royke Tumilaar resmi diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Kartika Wirjoatmodjo yang kini telah menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelumnya, Royke menjabat sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Royke mengungkapkan, secara garis besar tidak akan melakukan perubahan yang signifikan dari program dan rencana kerja pendahulunya. "Pada dasarnya saya tidak terlalu banyak mengubah apa yang menjadi kebijakan Pak Tiko," kata dia, dalam acara konferensi pers, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12).

Dia menjelaskan, saat ini dirinya dalam konteks melanjutkan perjuangan Kartika. Apalagi, dirinya juga merupakan tim yang ikut merumuskan strategi dan rencana bisnis di masa kepemimpinan Kartika.

"Karena saya juga bagian timnya, tentunya semua perencanaan strategi ke depan kita tetapkan bersama-sama sebagai tim Pak Tiko (Sapaan Kartika)," ujarnya.

Namun, dia tak menampik akan melakukan sedikit perubahan, yaitu memperkuat kolaborasi antara whole sale banking dan retail. "Karena memang banyak bisnis-bisnis wholesale value chainnya belum banyak digarap, retail konsumer itu akan banyak digarap," ujarnya.

Selain itu, dia juga akan meningkatkan fokus pada digital banking. Sebab menurutnya saat ini era digital sudah menjadi kebutuhan sehari-hari nasabah.

"Sehingga tentunya itu akan membantu cost (biaya) kita lebih turun lagi. Jadi transformasi dua hal, satu kolaborasi diperkuat antara wholesale dan retail, kedua transformasi digital," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Alasan Royke Jadi Dirut Bank Mandiri

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengungkapkan ada beberapa alasan Royke terpilih menjadi Bos baru Bank Mandiri. Salah satunya adalah karena Royke merupakan talent internal.

"Mandiri ini kan sebagaimana diketahui banyak talent mandiri berkiprah di berbagai perusahaan dan BUMN dan kali ini dimana saat ada kekosongan terjadi (posisi) dirut, talent (pengganti) terbaiknya dari internal," kata dia dalam acara konferensi pers, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12).

Selain itu, dengan terpilihnya dirut dari kalangan internal, menurutnya akan memudahkan rencana bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya. "Ini untuk memastikan kelangsungan corporasi plan dan ekspansi regional yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu tantangan perseroan ke depan adalah menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis perseroan menyusul ketidakpastian perekonomian global, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perkembangan cepat industri teknologi informasi, khususnya di sektor keuangan.

"Salah satu inisiatif yang telah kami implementasi, misalnya terkait dengan kampanye Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dimana perseroan telah mempertajam penerapan bisnis berbasis lingkungan atau Mandiri Eco-Friendly dalam operasional perusahaan untuk ekonomi berkelanjutan," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Jadi Dirut Baru Bank Mandiri, Royke Fokus Perampingan Birokrasi dan Anak Usaha
Erick Thohir Angkat Royke Jadi Dirut, Saham Bank Mandiri Bergerak Menguat
Sepak Terjang Royke Tumilaar, Bos Baru Bank Mandiri
Sah, Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri
Erick Thohir Tunjuk Royke Tumilaar Jadi Direktur Utama Bank Mandiri
Ditunjuk jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, Ini Sepak Terjang Chatib Basri

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.