Jadi Juri Debat APBN, Sri Mulyani Lontarkan Pertanyaan Sulit soal Hadapi Pandemi

Jadi Juri Debat APBN, Sri Mulyani Lontarkan Pertanyaan Sulit soal Hadapi Pandemi
UANG | 26 Oktober 2020 13:03 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu juri pada Final dan Closhing Remarks Kompetisi Debat APBN. Dalam kesempatan itu, dia mengawali dengan memberikan gambaran mengenai pengelolaan keuangan negara di tengah pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, di dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19 seperti sekarang ini pemerintah dihadapkan pada berbagai pilihan-pilihan yang sulit, tidak mudah, dan tidak populer. Ekonomi masyarakat merosot, rakyat terancam keselamatannya karena pandemi, kehilangan pekerjaan, juga kemungkinan ancaman utang meningkat.

Pilihan yang tersedia bagi pemerintah semuanya tidak populer dan tidak baik atau bukan sesuatu pilihan yang terbaik. Apakah akan meningkatkan belanja untuk membantu rakyat, untuk menangani kesehatan, untuk memulihkan ekonomi, namun di satu sisi pendapatan negara merosot. Sementara pilihannya meningkatkan belanja atau justru belanja turun karena pendapatan lagi turun.

"Kondisi itu membuat pemerintah berpikir apakah harus menambah utang yang juga tidak populer dan mungkin dalam hal ini kita tidak menginginkan untuk memberikan warisan kepada generasi ke depan. Atau sebaiknya menaikkan pajak dalam situasi di mana pembayar pajak pun tidak mendapatkan penerimaan," kata Sri Mulyani saat menjurikan Kompetisi Debat APBN, Senin (26/10).

Berkaca pada kondisi tersebut, lantas kemudian Bendahara Negara itu melontarkan pertanyaan kepada finalis debat. Pertanyaan pertama diberikan kepada kelompok A.

"Coba jelaskan pilihan kebijakan apa yang Anda akan lakukan dan mengapa mengapa Anda memilih itu dan bagaimana menjalankannya? Silakan diberikan kepada kelompok A," kata Sri Mulyani.

Mendengar pertanyaan itu, masing-masing kelompok diberikan waktu selama 60 detik atau 1 menit untuk berdiskusi terlebih dahulu. Setalah itu diberikan kesempatan menjawab selama 3 menit.

Selanjutnya, pertanyaan kedua diberikan kepada kelompok B. Sri Mulyani memberikan gambaran terlebih dahulu. Dia menyampaikan, di dalam menghadapi kondisi krisis pemerintah dihadapkan pada pilihan-pilihan kebijakan.

Menurutnya ada dua pilihan. Apakah harus melakukan langkah-langkah kebijakan secara cepat, meskipun datanya tidak sempurna persiapan yang tidak matang. Atau sebaiknya menunggu dulu sistemnya lengkap, datanya baik, komplit, dan melakukan tindakan sekarang dengan risiko adanya ketidaktepatan dan moral hazard.

"Pertanyaan kepada tim B. Bagaimana Anda akan menyikapi pilihan yang sulit itu dan langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk menjaga agar pilihan kebijakan Anda bisa akuntabel dan terdeliver dengan baik,"? tanya Sri Mulyani.

Tim B juga diberikan waktu berunding selama 60 detik dan diberikan waktu selama 3 menit untuk menjawab sekaligus menanggapi pertanyaan Sri Mulyani.

Kemudian, pertanyaan berbeda juga ditujukan kepada kelompok C. Secara mengejutkan tim C diberikan pertanyaan mengenai pengelolaan APBN.

Baca Selanjutnya: Proses Anggaran Transparan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami