Jaga Kenaikan Harga, Jokowi Minta Jajaran Polisi Mengerti Inflasi

Jaga Kenaikan Harga, Jokowi Minta Jajaran Polisi Mengerti Inflasi
Presiden Jokowi. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 3 Desember 2021 16:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terus bersiaga akan penyebaran kasus baru pandemi Covid-19 beserta dampaknya. Jokowi tak ingin masyarakat hingga pemangku kepentingan lengah, sebab bencana virus corona telah berdampak besar terhadap sektor ekonomi, utamanya kenaikan harga akibat inflasi.

"Efek pandemi ini larinya ke mana-mana. Dan pada suatu titik bisa larinya ke keamanan, ke ketertiban masyarakat kalau kita tidak bisa mengendalikan yang namanya Covid," seru Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12).

Jika membuka catatan sebelumnya, masa-masa awal pandemi Covid-19 memang telah memberikan efek kejut luar biasa terhadap perekonomian nasional. Nilai inflasi yang menjulang tinggi membuat harga-harga kebutuhan pokok meroket tajam, membuat masyarakat kesulitan.

Jokowi ingin catatan sejarah ini tidak hanya dimengerti oleh para ahli di bidangnya, namun juga jajaran Kepolisian RI (Polri) yang punya tugas menjaga keamanan di tengah masyarakat.

"Pandemi juga berdampak pada inflasi yang naik, yang artinya apa? Masyarakat mau beli sesuatu yang biasanya Rp 10.000 menjadi Rp15.000. Yang Rp10.000 menjadi Rp12.000. Menjadi mahal," tuturnya.

"Hati hati juga urusan inflasi. Jajaran Polri harus juga tahu mengenai ini," tegas Jokowi.

Pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap kenaikan harga produsen. Artinya, biaya produksi di sektor manufaktur, pabrik, hingga industri ikut naik. Otomatis harga barang di tingkat end user melonjak lebih besar.

"Kelihatannya enggak berdampak apa-apa kenaikan biaya produsen. Hati-hati. Kalau harga di produsen naik larinya harga di konsumen juga naik, masyarakat jadi berat membeli sesuatu. Dampak pandemi ini ke mana mana," imbuh Jokowi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Bank Indonesia: Minyak Goreng dan Cabai Rawit Sumbang Inflasi Desember 2021
Kemenkeu Ramal Inflasi Sepanjang 2021 Capai 1,9 Persen
Kenaikan Harga Minyak Goreng Jadi Penyebab Inflasi November 0,37 Persen
Inflasi November Capai 0,37 persen, Tertinggi Sepanjang 2021
Sri Mulyani Waspadai Dampak Inflasi dan Kebijakan Moneter Negara Maju
Survei BI: Telur Ayam dan Minyak Goreng Penyumbang Utama Inflasi November 2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami