Jaga Operasional, Garuda Indonesia PHK Pilot Berstatus Kontrak

Jaga Operasional, Garuda Indonesia PHK Pilot Berstatus Kontrak
UANG | 2 Juni 2020 09:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan menyelesaikan lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu. Keputusan ini diambil menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga operasional perusahaan tetap baik.

"Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melalui keterangan resminya, Selasa (2/6).

Irfan menegaskan, melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku.

"Adapun kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply & demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi COVID-19," tambah dia.

Meskipun berat, namun Irfan yakin, Garuda Indonesia akan terus bertahan menghalau dampak pandemi dan dapat beroperasi normal seperti sedia kala. "Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," tutupnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia sudah merumahkan sementara 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama 3 (tiga) bulan terhitung 14 Mei 2020 lalu. Cara ini ditempuh untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.

Irfan menyatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian upaya strategis yang harus dilakukan maskapai plat merah untuk memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan. Setelah cash flow perusahaan terpengaruh negatif akibat berkurangnya jumlah penerbangan di tengah wabah virus corona atau covid-19.

"Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun Perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Di samping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan Perusahaan," kata Irfan melalui siaran pers, Minggu (17/5).

1 dari 1 halaman

Istirahatkan 70 Persen Pesawat

persen pesawat rev1

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan pembatasan operasional terhadap seluruh moda transportasi, termasuk pesawat terbang sejak 7 Mei 2020. Keputusan bertujuan mendukung aturan larangan mudik di tengah pandemi Covid-19 yang kian meluas di Tanah Air.

Maskapai nasional, Garuda Indonesia memilih untuk mengistirahatkan 70 persen armadanya. Menyusul berkurangnya frekuensi penerbangan pesawat komersil.

"Saat ini hampir 70 persen pesawat Garuda 'beristirahat' di darat," seperti dikutip dari akun instagram @garuda.indonesia, Minggu (24/5).

Director of Maintenance Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi mengatakan langkah ini ditempuh untuk menjaga kondisi armada tetap prima. Imbasnya, ketika penerbangan kembali normal pesawat tetap memenuhi kelaikan udara.

Adapun, sistem perawatan yang dilakukan pihak maskapai dinamai prolong inspection. Mekanismenya, dilakukan dengan beberapa tahapan sesuai dengan perawatan manual setiap unit pesawat. Beberapa hal yang dilakukan untuk tetap airworthy prolong.

Untuk mesin, dilakukan penutupan inlet dan knalpot belakang agar tidak ada partikel yang masuk ke mesin pesawat. Sedangkan kabin, dilakukan pembersihan dengan teknik mengelap di setiap kursi dan perangkat fasilitas pesawat lainnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Penumpang Garuda Indonesia dari dan Menuju Jakarta Wajib Punya SIKM
Garuda Indonesia Istirahatkan 70 Persen Pesawat
Politikus PDIP: Apa Adil Pemerintah Tanggung Semua Beban Garuda?
Garuda Indonesia Komitmen Taati Aturan Cegah Penumpukan Penumpang Terulang
Garuda Indonesia Minta Perpanjangan Waktu Pelunasan Utang USD 500 Juta
Selamatkan Bisnis, Garuda Indonesia Rumahkan 800 Karyawan Kontrak

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5