Jakarta butuh daging sapi tambahan

 Jakarta butuh daging sapi tambahan
UANG | 6 Juni 2012 16:32 Reporter : Vincent Asido Panggabean

Merdeka.com - Komite daging Sapi (KDS) Jakarta Raya, meminta agar kuota daging sapi untuk wilayah Jakarta ditambah sebesar 50.000 ton pada semester II. Hal ini mengingat akan banyak kebutuhan daging sapi untuk menyambut bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha serta Natal dan Tahun Baru.

"Pertama kita ingin meminta ke Menteri Pertanian supaya segera mengadakan revisi terhadap jumlah kuota impor daging, yang tadinya pada tahun 2011 itu sebesar 100.000 ton namun tahun ini menjadi 34.000 ton, jadi dipangkas 66.000 ton. Dengan asumsi, bahwa kebutuhan daging lokal itu akan mampu menyuplai kebutuhan pasar," ujar Ketua Komite Daging Jakarta Raya, Sarman Simanjorang, kepada wartawan, Rabu (6/6).

Dia mengatakan, kuota yang diberikan pemerintah tersebut tidak akan memenuhi kebutuhan warga Jakarta mengingat daging sapi lokal juga tidak bisa memenuhi kekurangan tersebut.

"Apalagi ini menjelang bulan Ramadhan. Jadi 34.000 ton kuota pada tahun 2012 ini, pada semester pertama dari Januari sampai Juli, sudah terpakai 22.200 ton," terangnya.

Hingga saat ini, maka persediaan daging sapi hanya tersisa 8.200 ton saja.

"Coba anda bayangkan, untuk enam bulan kedepan dengan 8.200 ton tidak cukup. Karena ada Ramadhan, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru, bisa-bisa nanti masyarakat tidak bisa makan daging sapi karena harganya tinggi," tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah segera menerima usulan dia untuk merevisi kuota daging sapi Jakarta. Pasalnya kesempatan untuk memesan daging dari Australia hanya tinggal 6 bulan lagi. Selain itu, dia juga meminta adanya kuota khusus bagi DKI Jakarta. Pasalnya, Jakarta sangat minim peternakan sapi baik impor maupun lokal.

Kebutuhan daging sapi yang cukup untuk Jakarta diperkirakan sebesar 50.000 ton per tahun.

 

(mdk/rin)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami