Jakarta pilot project listrik eceran

Jakarta pilot project listrik eceran
listrik. merdeka.com/dok
EKONOMI | 13 April 2012 10:44 Reporter : Ririn Radiawati

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pusat menyambut baik munculnya ide mengenai produk listrik koin yang dilahirkan oleh PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.

Humas PLN Bambang Dwiyanto menyebutnya sebagai inovasi baru yang perlu didukung. "Sejauh yang saya tahu memang oke," kata Bambang kepada merdeka.com di Jakarta, Jumat (13/4).

Bambang mengatakan, karena inovasi tersebut lahir dari PLN Disjaya, maka penerapan listrik koin akan dilakukan terlebih dahulu di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai pilot project.

Disinggung mengenai kemungkinan listrik koin diterapkan di luar wilayah DKI Jakarta, PLN belum dapat memastikannya. "Kita tentu akan kaji dulu. Masalah apakah akan di daerah lain, nanti kita lihat lagi," ucap Bambang. 

Sebelumnya, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang akan meluncurkan program listrik koin. Program ini membidik pengguna listrik pedagang kaki lima dan bisa digunakan pula untuk kebutuhan rumah tangga. Irwan berharap, jika nanti program ini diluncurkan, pedagang kaki lima yang selama ini kerap menggunakan listrik secara ilegal, bisa mendapatkan listrik dengan mudah dan hemat tanpa harus melanggar aturan yang ada.

"Hanya dengan koin Rp 1.000 konsumen bisa menikmati listrik dengan daya 900 watt  selama 30 menit. Jika koinnya habis maka bisa langsung memasukkan koin baru. Jadi seperti penggunaan telepon umum," ujar Irwan di Jakarta, Kamis (12/4).

Menurutnya, selain untuk konsumsi para PKL, listrik koin juga bisa menjadi solusi bagi para pengguna telepon genggam, laptop dan barang-barang elektronik lain yang membutuhkan listrik saat berada di tempat-tempat umum. Pihaknya akan memperbanyak sarana listrik koin di tempat publik.

"Untuk itu kami akan memperbanyak sarana Listrik Koin di setiap tempat keramaian seperti stasiun-stasiun, terminal, mall dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat tidak akan kesulitan jika kebetulan membutuhkan listrik untuk mengisi alat elektroniknya," jelas Irwan.

 

(mdk/oer)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami