Jalan Panjang Indonesia Keluar dari Negara Berpenghasilan Menengah

Jalan Panjang Indonesia Keluar dari Negara Berpenghasilan Menengah
UANG | 27 November 2020 09:21 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengakui bahwa tantangan Indonesia untuk keluar dari negara berpendapatan menengah (middle income trap) cukup besar. Sebab, dari pengalaman banyak negara, membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa keluar dari perangkap pendapatan menengah.

"Akankah kita terus bertahan di kelompok ini? tentunya tidak. Apakah yang dihadapi Indonesia di 2045? Apakah kita bisa melampaui kelompok berpendapatan menengah tersebut?," kata Destry dalam acara Seminar Indonesia Emas 2045, secara virtual di Jakarta, Jumat (27/11).

Dalam studi dilakukan World Bank pada 2016 menyebutkan bahwa dari 110 negara middle income trap sejak 1960 hingga 2016, hanya 13 negara yang dapat tampil dalam jajaran negara maju. Sementara negara-negara terdekat seperti di Asia, hanya ada beberapa yang bisa lulus dari middle income trap atau perangkap negara berpendapatan menengah selama kurang dari 10 tahun.

Sebagai contoh Korea Selatan. Negara tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk bisa keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah. Kemudian Jepang butuh sembilan tahun dan Hong Kong tujuh tahun.

"Tapi banyak negara lain yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun seperti contohnya Argentina. Beberapa negara Amerika Latin mengalami hal semacam itu termasuk Filipina sempat diperkirakan akan cepat menjadi negara maju ternyata mereka stuck juga di negara kelompok berpendapatan menengah," ungkapnya.

Menurutnya hal tersebut menjadi tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depannya. Apalagi posisi Indonesia sendiri saat ini masih menjadi negara berpenghasilan menengah dengan income per kapita sekitar USD 4.000. Sedangkan untuk menjadi negara maju atau berpenghasilan tinggi butuh pendapatan di atas USD 12.000 per tahun.

"Dan ini adalah tantangan kita bagaimana kita bisa melompat menjadi negara berpendapatan tinggi dan menjadi negara maju di tahun Indonesia emas nanti di tahun 2045," katanya.

Baca Selanjutnya: Bonus Demografi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami