Jamsostek ingin harga rumah terjangkau Rp 300 juta

Jamsostek ingin harga rumah terjangkau Rp 300 juta
perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro
EKONOMI | 1 April 2013 16:07 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - PT Jamsostek (Persero) menyatakan penyediaan tempat hunian terjangkau bagi peserta Jamsostek akan difokuskan pada daerah kantong pekerja. Jamsostek meminta rumah terjangkau ini harga jualnya hanya sekitar Rp 300 juta.

Direktur Utama Jamsostek, Elvyn G Masassya, mengatakan wilayah yang merupakan kantong-kantong pekerja ini adalah kawasan Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Kami bukan hanya memberi uang muka perumahan tetapi juga menyediakan perumahan terjangkau di kantong pekerja," ujarnya saat ditemui dalam acara "Penandatanganan PKS antara BTN, Jamsostek, REI dan Apersi" di Menara BTN, Jakarta, Senin (1/4).

Dia menambahkan rumah terjangkau dengan kisaran harga Rp 300 juta tersebut sedianya telah tersedia di empat lokasi. Empat lokasi tersebut di antaranya berada di Malang 8000 unit landed house atau rumah tapak dan di Surabaya yakni dua menara yang terdiri dari sekitar 2000 unit.

"Serta Bandung dan Bekasi masih dalam proses," katanya.

Program ini, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk persiapan transformasi Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Jamsostek berkomitmen terus memberikan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Bentuk dukungan perseroan dalam menunjang kesejahteraan pekerja tidak hanya berbentuk jaminan sosial tenaga kerja tetapi juga pemberian berbagai manfaat tambahan salah satunya adalah pemberian kredit pemilikan rumah (KPR).

Jamsostek memiliki program PUMP (Pinjaman Uang Muka Perumahan) dengan memberikan pinjaman sejumlah uang kepada peserta sebagai uang muka pengambilan KPR.

"Sepanjang 2012 saja, kami sudah menggulirkan Rp 800 miliar uang muka perumahan kepada 87 ribu peserta Jamsostek," tutupnya.

Sebagai informasi, rumah terjangkau dalam program ini adalah perumahan dengan kriteria di atas FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) yang harganya lebih kurang Rp 300 juta.

(mdk/bmo)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami