'Jangan Hanya Lihat Buruknya, Sisi Baik dan Manfaat Koperasi Jauh Lebih Besar'

'Jangan Hanya Lihat Buruknya, Sisi Baik dan Manfaat Koperasi Jauh Lebih Besar'
UANG | 13 Juli 2020 19:36 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SeskemenkopUKM) Prof Rully Indrawan mengungkapkan, sepanjang 2015 hingga 2020, ada sekitar 34 kasus hukum yang menerpa lembaga keuangan di Indonesia seperti investasi bodong, gagal bayar, dan sebagainya. Dari jumlah kasus tersebut, hanya ada delapan koperasi yang tersangkut, sedangkan yang non koperasi sebanyak 25 kasus.

"Tapi, mengapa telunjuk kita selalu hanya untuk koperasi," tegasnya pada peringatan Hari Koperasi ke-73 dan Hari UMKM Nasional ke-5, di Jakarta, Senin (13/7).

Oleh karena itu, Rully meminta berbagai pihak untuk menghentikan stigmatisasi negatif atau buruk terhadap koperasi. "Ada yang bilang koperasi mengalami kemunduran, tidak maju, semrawut, jadul, dan sebagainya. Justru koperasi bisa hidup hingga sekarang dari masa ke masa sejak Revolusi Industri di abad 18," imbuhnya.

Terkait naik turunnya kinerja usaha koperasi, terutama di tengah pandemi Covid-19, juga dialami seluruh pelaku usaha termasuk korporasi. "Jadi, jangan hanya melihat sisi buruknya saja dari koperasi. Sisi baik dan manfaat koperasi jauh lebih besar lagi yang sudah dinikmati masyarakat," tegas Rully.

Bahkan, lanjut Rully, saat ini merupakan momentum emas bagi bangkit dan tumbuhnya koperasi di Indonesia. Ketika banyak usaha besar berguguran karena besarnya ketergantungan terhadap bahan baku impor, menjadi peluang besar bagi koperasi dan UMKM untuk mensuplai bahan baku sebagai substitusi impor.

"Saat ini, di seluruh dunia banyak menciptakan sistem ekonomi kolaboratif dan economy sharing. Sistem itu ya koperasi. Maka, ini merupakan momentum bagus untuk membangun ekonomi bangsa berbasis koperasi," ucap Rully.

Baginya, koperasi merupakan kekuatan agregasi ekonomi bagi pelaku UMKM. Sebab, koperasi memiliki filosofis yang kuat sebagai sistem ekonomi bangsa.

Terlebih lagi, saat ini koperasi sudah memiliki lembaga pembiayaan khusus untuk koperasi. Yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM. "Ini langkah besar dari Menteri Koperasi dan UKM yang sudah mengeluarkan Permenkop khusus untuk pembiayaan koperasi," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Koperasi Diharap Berdayakan Ekonomi Perempuan

berdayakan ekonomi perempuan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, yang turut menghadiri acara secara online, memberikan apresiasi langkah dan inovasi KemenkopUKM yang dilakukan dalam peringatan hari Koperasi ke-73.

Bintang pun mengajak untuk bekerjasama dalam kegiatan Kementerian KPPPA, terutama dalam pemberdayaan ekonomi kaum perempuan. "Sesuai arahan dari Presiden RI untuk lebih memberdayakan jiwa dan semangat kewirausahaan di kalangan kaum ibu dan perempuan," ujar Bintang.

(mdk/bim)

Baca juga:
OJK Ungkap Ada Fintech Ilegal Berkedok Koperasi Simpan Pinjam
Menteri Teten Dorong Pembentukan Koperasi Pangan Maritim
Menkop Teten: Kontribusi Masyarakat ke Koperasi Masih Sangat Rendah
Koperasi Makmur Mandiri, Bantu Sesama dengan Berkoperasi
Ada Kasus Gagal Bayar, Menkop Teten akan Perkuat Sistem Pengawasan Koperasi
Menkop Teten: Koperasi Jadi Penyelamat Ekonomi Saat Krisis
Khofifah Minta Koperasi Percepat Transformasi Layanan Digital di Masa Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami