Jangan Minder, Ini yang Harus Dilakukan Pria Saat Gaji Istri Lebih Besar

UANG | 3 Desember 2019 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Jumlah wanita yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga terus meningkat. Menurut penelitian dari Biro Sensus A.S di 2018, dalam satu dari empat pasangan menikah, wanita menghasilkan lebih dari suami mereka.

Sebuah studi baru dari University of Bath menunjukkan bahwa tren ini berdampak pada kesehatan mental pria. Studi ini meneliti 6.000 pasangan menikah heteroseksual di Amerika selama 15 tahun untuk melihat bagaimana perubahan ini berdampak pada kesehatan fisik dan mental, kepuasan hidup, dan hubungan orang-orang.

Studi tersebut menemukan bahwa pria merasa paling cemas ketika mereka adalah pencari nafkah tunggal dalam keluarga. Lalu yang paling tidak stres ketika pasangan wanita mereka berkontribusi 40 persen terhadap pendapatan rumah tangga. Tetapi ketika wanita menghasilkan lebih banyak uang melewati titik itu, pria menjadi semakin tidak nyaman dan stres.

"Alasannya? Norma-norma gender sosial tradisional menunjukkan bahwa laki-laki harus menjadi pencari nafkah dalam hubungan. Meskipun pasang surut, banyak orang Amerika menganut kepercayaan bawah sadar yang mengakar bahwa laki-laki harus mampu menyediakan secara finansial untuk menjadi penyedia yang tepat untuk keluarga mereka," kata pakar keuangan dan penulis buku When She Makes More, Farnoosh Torabi, dilansir CNBC Make It.

"Jika Anda tidak memenuhi harapan itu, itu berpotensi merusak harga diri dan harga diri Anda," imbuhnya.

Sayangnya, norma-norma maskulinitas menghalangi pria untuk mengakui hal ini, yang selanjutnya dapat menghalangi kemampuan mereka untuk mencari dukungan kesehatan mental.

Uang menambahkan lapisan kompleksitas, karena ini adalah topik yang menegangkan yang penuh dengan emosi, terutama dalam konteks hubungan, kata Torabi. Ketika perempuan adalah pencari nafkah, pasangan sulit mendiskusikan emosi yang mungkin timbul.

"Sangat meresahkan bagi beberapa pasangan, terutama jika mereka dibesarkan dan dikondisikan untuk percaya bahwa pria harus dapat menghasilkan uang lebih dari istri mereka," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Solusi

Satu-satunya cara untuk melewati titik sakit ini adalah membicarakannya dengan pasangan Anda. Namun, ada strategi praktis yang dapat membantu pasangan yang bergulat dengan ketidakseimbangan ini.

Menemukan cara untuk meningkatkan level permainan finansial, sehingga setiap orang dapat merasa berharga secara finansial dalam hubungan. Misalnya, suami dapat berkontribusi untuk hal-hal seperti dana kuliah atau liburan, lalu istri menanggung sebagian besar biaya kebutuhan harian.

Namun, jika Anda belum bisa membicarakan hal ini dengan istri Anda, maka Anda bisa mencari jalan lain. Seperti membantu merawat anak-anak atau memasak. Karena penelitian lain menunjukkan bahwa ketika wanita menghasilkan lebih banyak uang, mereka masih mengambil lebih banyak tanggung jawab rumah tangga.

Dengan demikian, temuan ini adalah peluang yang baik bagi pasangan untuk menanyakan apa yang mereka butuhkan untuk membantu menyeimbangkan beban untuk menutup kesenjangan penghasilan. (mdk/azz)

Baca juga:
5 Tips Cerdas Kelola Uang, Biar Gak Pusing di Akhir Bulan
Ini Jalur Tercepat Jadi Miliarder, Tapi Juga Cara Paling Sulit
Tips Menabung untuk Milenial Bisa Berangkat Haji dengan Rp20.000
Waspada, Trik Hemat Ini Justru Bikin Boros
Waspada, 4 Hal Ini Menunjukkan Kantor Anda Sudah Tidak Sehat
5 Tips Atur Keuangan Jelang Pergantian Tahun

TOPIK TERKAIT