Jangkang Satu, Potret Desa yang Sukses Ubah Lahan Angker jadi Lahan Produktif

Jangkang Satu, Potret Desa yang Sukses Ubah Lahan Angker jadi Lahan Produktif
Desa Jangkang Satu. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 3 September 2021 10:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) boleh berbangga, hal ini karena Desa Jangkang Satu di Kecamatan Kubu terpilih dalam seleksi 125 Desa Brilian yang diikuti seluruh Desa Se-Indonesia. Desa Jangkang Satu merupakan satu di antara 2.031 desa di Kalbar yang mengikuti program ini.

Kepala Desa Jangkang Satu, Muhammad Sohib mengatakan, program desa BRILian ini merupakan kerja sama Kementerian Desa, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk atau BRI dan pihak-pihak yang mensupport kegiatan ini. Pihaknya sangat berterima kasih dan merasa bangga, karena sebagai mewakili desa-desa di Kabupaten Kubu Raya dan provinsi Kalbar bisa duduk bersama dan disandingkan dengan desa-desa yang ada di pulau Jawa yang notabene semua fasilitas sarana dan prasarananya sudah sangat maju. Namun pihaknya tetap amanah, bertanggungjawab, dan hasil progres dari program ini juga tidak terlepas dari peran semua pihak.

"Dengan memiliki kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki desa-desa di Kabupaten termuda di Kalbar itu, bukan menjadi halangan bagi kita untuk bisa berprestasi, terobosan, inovasi maupun lompatan-lompatan," ujar Muhammad Sohib.

desa jangkang satu
©2021 Merdeka.com

Menurut Muhammad Sohib, Desa Jangkang Satu awalnya adalah desa yang memiliki banyak lahan berupa semak belukar. Semak belukar ini sangat sulit untuk ditanami sehingga warga desa menjadi enggan mengolah lahan tersebut.

Namun dengan terus mengedukasi warga, kini semak belukar tersebut sudah menjadi lahan yang sangat produktif. "Kini lahan yang semak belukar ini sudah begitu nyaman dan menghasilkan berbagai macam tanaman pangan, sekaligus menjadi lahan perekonomian masyarakat. Kuncinya memang partisipasi warga. Tanpa warga kita perangkat desa tidak bisa apa-apa. Dan sosialisasi saya terus gencarkan agar warga bisa sama-sama mengolah tanah semak belukar ini," terangnya.

Tak cuma itu, Desa Jangkang satu juga memiliki aset berupa tanah yang peruntukkannya untuk makam seluas 10 hektare. Namun saat ini baru sekitar 1 hektare yang digunakan sebagai area pemakaman. Sisanya seluas 9 hektare dibiarkan mangkrak dan hanya ditumbuhi semak.

desa jangkang satu
©2021 Merdeka.com

Di tangan dingin Muhammad Sohib, lahan makam yang tidak produktif ini kemudian disulap menjadi lahan pertanian. Berbagai macam tanaman kini tumbuh subur di tanah tersebut.

"Dulunya tanah makam, tapi kemudian dengan kita sering ajak warga untuk berpartisipasi untuk mengolah, kini sudah menjadi lahan produktif untuk pertanian. Tanaman utama kita ubi rambat yang memang tumbuh subur di sana," ujarnya.

Salah satu kunci sukses Desa Jangkang Satu adalah masuk BRI ke desa tersebut. Hal ini karena akses menuju bank terdekat harus ditempuh dalam 20 Km dengan jalan yang rusak.

Masuknya BRI lewat para agen BRILinknya membuat perekonomian Desa Jangkang Satu menjadi berputar cepat. Kini transfer, tarik tunai dan segala aktivitas perbankan di Jangkang Satu bisa diakses warga dengan mudah dan cepat melalui Agen BRILink.

desa jangkang satu
©2021 Merdeka.com

"Sangat membantu sekali karena akses kami ke bank awalnya harus ditempuh selama 20 Km dengan jalan Kalimantan yang rusak. Tetapi dengan adanya Agen BRILink semua warga jadi lebih mudah. Simpan pinjam pun mudah, tarik uang atau transfer untuk kebutuhan jual beli jadi lebih mudah. Dan memang akses perbankan membuat desa kami semakin maju," ujar Sohib yang berdarah Banyumas, Jawa Tengah ini.

Menurut Sohid, sejak tahun 2017 Desa Jangkang Satu Mendirikan BUMdes dengan nama Mitra Usaha. BUMDes ini memiliki beberapa unit usaha seperti penyediaan pupuk untuk petani, jasa Agen BRIlink dan juga penggemukan sapi.

"Nah lewat usaha BRILink ini desa kami memanfaatkan betul jasa BRI. BRI sudah masuk ke desa kami dan membuat segala aktivitas perbankan jadi lebih mudah dan murah," terang Sohib.

desa jangkang satu
©2021 Merdeka.com

Saat ini ada 20 nasabah BRI aktif di Desa Jangkang Satu. Sohib pun berharap angka tersebut terus bertambah agar layanan BRILInk di BumDesnya semakin banyak yang berimbas pada pemasukan desa.

"Saat ini kami juga ingin mengembangkan sektor-sektor lain agar desa ini semakin berkembang, maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Kami berharap ada bantuan modal agar kami bisa lebih banyak berbuat untuk kemakmuran desa," ujar pria yang sudah dua periode menjabat sebagai kepala desa ini.

(mdk/hhw)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami