Jaring Generasi Unggul, PLN Gelar Employer Branding di ITB

UANG | 10 Maret 2019 14:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - PT PLN (Persero) menggelar sejumlah even di beberapa perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menjaring bibit-bibit generasi unggul masa depan untuk berkarir di PT PLN.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka mengatakan, employer branding merupakan satu program yang tugas utamanya adalah membantu bidang pengadaan pegawai (recruitment) melalui sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

"Salah satunya dilakukan langsung secara direct shopping, termasuk mengandalkan kekuatan PLN sebagai branding yang kuat sebagai karir masa depan dengan didukung talent scouting," ujar Made melalui keterangan resminya, Minggu (10/3).

Salah satu perguruan tinggi yang disasar untuk program employer branding yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui Kuliah Umum Studium Generale yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa ITB dari berbagai jurusan.

Made berharap, proses rekrutmen ini nantinya dapat memenuhi harapan PT PLN (Persero) dan juga anak-anak perusahaannya, untuk mendapatkan generasi milenial yang unggul dan meningkatkan minatnya berkarir di sana.

"Itu sebabnya dalam setiap rangkaian even road show di sejumlah perguruan tinggi, kami juga menyertakan hastag PLN seperti #PLN Solid, #PLNTerbaik dan #EnergyOptimisme. Hastag ini menyertai gambaran dalam setiap kegiatan, sehingga image positif PLN dan gambaran tempat karir masa depan akan tertanam secara kuat bagi para kaum milenial ini," imbuhnya.

PT PLN (Persero) juga menyelenggarakan kompetisi Vlog SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) bertema Unboxing SPLU yang berisi karya vlog selama kurang lebih dua menit. Selain itu PLN juga menggunakan model presentasi dengan sistem hologram, sebagai sistem seleksi yang diadakan melalui sistem casting tersebut. Tujuannya untuk dapat menarik peserta, mengikuti sistem rekrutmen bekerja di PLN.

Karya tersebut diharapkan mampu memberikan nilai jual lebih besar terhadap tren baru inovasi PLN, yang menggambarkan kebutuhan penyediaan jasa tenaga listrik di masa depan, baik untuk mendukung sektor kegiatan usaha mikro kecil dan menengah, maupun juga menyokong kebutuhan tersedianya kendaraan listrik.

"Itu sebabnya dalam kompetisi ini, diharapkan para mahasiswa tertarik untuk unjuk kegiatan atau menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan SPLU," jelasnya.

Melalui sentuhan inovasi dan upaya mem-viralkan branding PLN lewat kegiatan tersebut, diharapkan dapat memperbesar minat mahasiswa, bibit generasi muda unggul dari sejumlah perguruan tinggi negeri khususnya jurusan teknik, sehingga menjadikan PLN tempat impian karir masa depan, dan bersaing dengan sejumlah perusahaan kelas dunia.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB Sandro Mihradi mengatakan PLN dan ITB telah menjalin kerjasama sejak tahun 2008 dalam bentuk kerjasama bidang pendidikan program magister di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). Tahun ini tercatat ada 10 orang mahasiswa kerma (kerjasama) PLN angkatan 2017 yang masih berkuliah di FTMD-ITB.

Perjanjian kerjasama antara ITB dan PLN juga berlangsung di Fakultas Teknologi Industri (FTI) untuk pendidikan program studi magister logistik, angkatan ke-1, Tahun Akademik 2018/2019.

Tahun 2018, ITB juga telah bekerjasama dengan PLN dalam program Ekspedisi Papua Terang, dimana 38 mahasiswa dan alumni muda ITB terlibat dalam survei di berbagai daerah di Papua, dengan tujuan mempercepat elektrifikasi pada daerah-daerah tersebut.

"Memiliki 110 kelompok keahlian yang ada di 12 Fakultas/Sekolah, ITB terbuka dalam menjalin kerjasama baik kerjasama pendidikan, kerjasama di bidang penelitian, maupun kerjasama sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk kemajuan bangsa dan negara," jelas Sandro.

Baca juga:
Jawa Barat Bakal Punya Kereta Cepat Pertama se-ASEAN di 2021
BUMN Tengah Buka 11.000 Lowongan Kerja, Menteri Rini Dorong Milenial Ikut Daftar
Tol Bakauheni-Palembang Ditarget Beroperasi Fungsional saat Mudik Lebaran 2019
Sebelum Diresmikan Jokowi, Menteri Rini Jalan Kaki 2 Km di Tol Trans Sumatera
Rini: Sejak Merdeka Hingga 2014 Tol Dibangun 720 Km, 4 Tahun Jokowi 780 Km

(mdk/azz)

TOPIK TERKAIT