Jelang Mudik, Stok BBM di Jateng dan Yogyakarta Melimpah

UANG | 24 Mei 2019 10:25 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY mengoptimalkan ketersediaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) jelang mudik Lebaran. Stok BBM untuk wilayah Jateng dan DIY dalam posisi sangat baik dengan kapasitas di tangki Terminal BBM (TBBM) Boyolali bisa untuk 12 hingga 14 hari per produk.

General Manager Marketing Operation Region IV Jateng & DIY, Iin Febrian mengatakan, pasokan BBM ke terminal Boyolali tidak mengalami kendala, karena distribusi langsung melalui jalur perpipaan dari kilang Cilacap.

"Kami sudah siap untuk mengantisipasi lonjakan BBM saat arus mudik Lebaran 2019," ujar Iin kepada wartawan di TBBM Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (23/5) malam.

Iin menerangkan, di region IV Jateng dan Yogyakarta, distribusi rata-rata per hari untuk jenis gasoline grup mencapai 12.100 KL per hari. Saat angkutan Lebaran nanti diperkirakan meningkat 24 persen atau sekitar 15.000 KL per hari. Kondisi tersebut akan meningkat saat puncak arus mudik atau pada H-2 menjadi 19.000 hingga 20.000 KL per hari.

"Kami telah melakukan antisipasi dengan menyediakan stok yang cukup, armada yang handal dan diperkuat dengan stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)," katanya.

Meski kondisi masih relatif stabil, pihaknya sudah mulai menaikkan supply ke SPBU sampai 20 persen. Stok BBM di 842 SPBU di Jateng dan Yogyakarta sudah penuh. Dia mengklaim, 1 SPBU bisa mengkover untuk 3 hari kedepan.

Sementara itu untuk stok BBM di jalan tol, Pertamina MOR IV mengoptimalkan 6 SPBU yang ada di wilayah Jateng. Jika tahun lalu hanya 1 SPBU saat ini sudah ada 6 SPBU. Setiap SPBU mampu melayani hingga 150 KL per hari. Selain itu Pertamina juga akan menambah 1 SPBU lagi di titik KM 260 B.

"Ada juga tambahan layanan tambahan di 15 titik di rest area dengan kios modular," jelasnya.

Sedangkan untuk wilayah Kota Solo dan sekitarnya, terjadi tren peningkatan konsumsi BBM rata-rata 25 persen dibandingkan dengan hari biasa, yakni dari 2.343 KL menjadi 2.935 KL untuk gasoline grup (premium dan perta series).

Sedangkan untuk gasoil (biosolar dan dex series) diperkirakan akan mengalami penurunan 21 persen dari 999 KL menjadi 790 KL. Penurunan tersebut terjadi karena saat arus mudik ada penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang.

Baca juga:
Intip Kesiapan Pertamina Layani Kebutuhan BBM di Tol Trans Jawa dan Sumatera
Pertamina Beberkan Konsumsi dan Stok Bahan Bakar Saat Lebaran 2019
BPH Migas Jamin Ketersediaan Gas Hingga Listrik Tetap Aman Saat Lebaran 2019
BBM Satu Harga Kini Hadir di Ayamuru, Papua Barat
Jelang Ramadan, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Hingga BBM Aman
Bos Bappenas Sebut Subsidi Angkutan Umum Lebih Penting dari BBM

(mdk/azz)