Jelang Pilkada, PPATK Endus Rekening Mencurigakan di Luar Negeri

Jelang Pilkada, PPATK Endus Rekening Mencurigakan di Luar Negeri
UANG | 28 Februari 2020 14:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali mencium adanya rekening janggal yang berasal dari luar negeri. Kali ini, instansi menemukan adanya aliran uang mencurigakan yang akan dipakai untuk kampanye pada saat Pilkada 2020.

"Catatan beberapa hal mengenai rekening khusus dana kampanye. Hasil evaluasi gerakan uang ternyata enggak ada di situ (dalam negeri), tapi banyak di luar," ujar Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae di Depok, Jawa Barat, Jumat (28/2).

Menindaki kasus ini, PPATK telah meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memperbaiki data keuangan calon pemimpin daerah.

"Sehingga kita minta perbaikan data semua calon, rekening yang dipakai apa saja, dan kemungkinan-kemungkinan lain. PPATK kalau memonitor nggak terbatas pada tindak pidana pemilu saja, tapi korupsi dan lain-lain," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Kerjsama dengan Perbankan

perbankan rev1

Jika kemudian ditemukan adanya tindak pidana pada salah seorang kandidat kepala daerah, maka itu akan ditindaklanjuti dengan memberikan data-data tersebut kepada aparat penegak hukum.

Terkait proses pencarian data, PPATK akan bekerjasama dengan pihak perbankan untuk mengidentifikasi penarikan uang secara masif oleh calon kandidat.

"Kita minta ke bank kalau ada transaksi masif menjelang pilkada segera dilaporkan. Misalnya ditarik Rp 1 miliar dengan pecahan Rp50.000 (untuk membeli suara). Jenis tindak pidananya bisa menerima uang dari sponsor yang tidak terdaftar, ada sumbangan luar negeri, dan sebagainya," papar dia.

"Kita punya satgas Pemilu, jadi ini mudah-mudahan bisa membantu. Kalau ada informasi, tinggal informasikan saja ke kita," imbuh Dian.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Selain Blusukan, Gibran Akan Dirikan Posko Pemenangan di Setiap RT dan RW
Sambangi Kantor DPC PDIP Solo, Gibran Tak Kabari FX Rudy
KPU Solo: Jika Ditemukan Data Ganda, Paslon Independen Harus Ganti Dua Kali Lipat
Camat di Jember Minta Nenek Difabel Bilang 'Terima Kasih Bupati Salam 2 Periode'
Bakal Cagub Sumatera Barat Mulyadi Hormati Falsafah Adat Minang
Jelang Pilkada Serentak 2020, Polri Tegaskan Tak Beri Ruang Kelompok Anti-Pancasila

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami