Jiwasraya Bayar Klaim Nasabah Rp470 Miliar

Jiwasraya Bayar Klaim Nasabah Rp470 Miliar
UANG | 31 Maret 2020 15:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Di tengah pandemi virus corona, perusahaan asuransi Jiwasraya menepati janji dengan mulai membayar klaim nasabah polis tradisional hari ini. Sebanyak 15 ribu polis nasabah yang sudah jatuh tempo dan terverifikasi telah menerima pembayaran.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3).

"Kami mulai membayar polis tradisional yang sudah jatuh tempo dan terverifikasi, nilainya sekitar Rp470 miliar," ujar Hexana.

Sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membayar tunggakan klaim tersebut berasal dari aset-aset finansial Jiwasraya yang masih bisa dilikuidasi.

"Karena ketersediaan dana terbatas, jadi pembayaran tahap pertama dilakukan untuk sebagian polis tradisional yang sudah jatuh tempo dan diverifikasi," lanjut Hexana.

Sementara untuk pembayaran polis non tradisional dan polis produk saving plan, Hexana menyatakan pihaknya masih menyusun skemanya dan sedang dibahas dengan pemegang saham dan regulator.

"Untuk yang lainnya saat ini sedang dalam pembahasan bersama pemegang saham dan regulator. Kami mohon agar semua nasabah bersabar," paparnya.

1 dari 1 halaman

Kementerian BUMN Akan Jual Citos Buat Bayar Polis Nasabah Jiwasraya

akan jual citos buat bayar polis nasabah jiwasraya rev1

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjual salah satu aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk menutup pembayaran utang kepada nasabah. Adapun aset yang dipertimbangkan untuk dijual adalah Cilandak Town Square atau sering disebut dengan Citos.

Staff Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, nilai aset tersebut mencapai Rp2 sampai Rp3 triliun. Selain Citos, Kementerian BUMN juga menimbang untuk mengalihkan sejumlah perkantoran yang tak beroperasi.

"Kantor-kantor, Citos juga dijual mungkin ke swasta kali ya atau ke pihak mana. Karena Citos ini aset yang cukup bagus," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Meskipun pusat perbelanjaan tersebut merupakan aset yang bagus, tapi belum cukup untuk menutupi seluruh dana nasabah perusahaan asuransi milik negara tertua di Indonesia itu. Sebab, utang yang dimiliki cukup besar.

"(Aset bagus) tapi emang bisa nutup dana nasabah sekarang? Kan, kepentingannya nasabah. Kita butuh duit sekarang," jelas Arya. (mdk/idr)

Baca juga:
Kejagung Periksa 17 Saksi untuk Lengkapi Berkas Perkara 3 Eks Pejabat Jiwasraya
Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya Diminta Tetap Jalan Meski Ada Virus Corona
Nasib Kasus Jiwasraya di Tengah Wabah Corona
PKS Minta Duit Bailout Rp15 Triliun Jiwasraya Dialihkan Untuk Lawan Corona
Kejaksaan Agung Periksa Tujuh Orang Pemilik SID Terkait Kasus Jiwasraya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5