JK Sebut Maskapai Asing Bukan Solusi Turunkan Harga Tiket Pesawat

UANG | 11 Juni 2019 18:30 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan akan mengundang maskapai asing untuk masuk ke pasar penerbangan di Indonesia. Tujuannya untuk menekan tarif tiket pesawat yang terus melonjak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai menarik maskapai asing untuk masuk ke pasar penerbangan Indonesia bukan solusi untuk menurunkan tarif tiket pesawat. Dia lalu mencontohkan keberadaan maskapai Air Asia di Indonesia sejak tahun 2004.

"Maskapai asing Air Asia itu kan dari Malaysia tapi dia juga tidak sanggup bersaing di Indonesia," kata JK di kantornya, Selasa (11/6).

JK mengaku kerap menggunakan maskapai Air Asia pada beberapa tahun lalu. Baik untuk pulang ke kampung halaman di Sulawesi Selatan maupun ke daerah-daerah lain.

Namun, saat ini rute penerbangan Air Asia sangat terbatas. Itu disebabkan Air Asia tak bisa bersaing dengan maskapai lain di Tanah Air. Bahkan, tarif tiket pesawat dalam negeri tidak mengalami penurunan dengan adanya Air Asia.

"Jadi tidak sanggup juga bersaing walaupun masuk maskapai asing bukan solusi. Dia juga tidak bisa bersaing, buktinya Air Asia itu," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengakui naiknya tarif tiket pesawat memicu perdebatan. Namun, perlu disadari bahwa gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar mempengaruhi tarif tiket pesawat.

Bila tarif tiket pesawat dipaksakan untuk turun, JK khawatir seluruh maskapai penerbangan di Indonesia mengalami kerugian sehingga tak bisa lagi beroperasi. "Jadi tarif itu dilihat dari sudut mana, jangan hanya dilihat dari sisi konsumen lihat juga dari sisi airline-nya," kata dia.

Baca juga:
Iklim Bisnis Penerbangan RI Dinilai Belum Menarik Minat Maskapai Asing
Maskapai Asing Masuk ke RI Dinilai Tak Ampuh Tekan Harga Tiket Pesawat
Pemerintah Tak Bakal Buru-buru 'Impor' Maskapai Asing
Saudia Airlines Tolak Berangkatkan Jemaah Haji dari Bandara Kertajati
Mengupas Rencana 'Impor' Maskapai Asing Tekan Harga Tiket Pesawat
Menhub Budi Sebut Pengoperasian Maskapai Asing Beri Peluang Reformasi

(mdk/azz)