Joe Biden Sebut Lulusan Baru Butuh 3 Hal Ini untuk Mengubah Dunia

Joe Biden Sebut Lulusan Baru Butuh 3 Hal Ini untuk Mengubah Dunia
joe biden. ©REUTERS/Evelyn Hockstein
EKONOMI | 3 Juni 2022 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Dua tahun terakhir menjadi masa sulit bagi hampir semua orang. Presiden Amerika Serikat Joe Biden melihat ada hikmahnya, terutama bagi lulusan perguruan tinggi baru-baru ini.

Biden mengatakan bahwa angkatan 2022 sangat diperlengkapi dengan baik untuk mengubah dunia karena kemampuan lulusan yang telah terbukti untuk menavigasi ketidakpastian.

"Anda menghadapi tantangan tambahan untuk mempertahankan rasa misi dan komunitas dan tujuan ketika pandemi global memaksa. Secara harfiah segalanya berubah," kata Biden dikutip CNBC Make It, Jakarta, Kamis (2/5).

Kemampuan beradaptasi itu telah mempersiapkan lulusan untuk membuat keputusan yang masuk akal dan terinformasi di dunia yang tidak pasti. Biden, mencatat bahwa pilihan yang dibuat para pemimpin akan segera menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

"Anda lulus pada titik belok, tidak hanya dalam sejarah Amerika, tetapi juga dalam sejarah dunia. Hal-hal berubah begitu cepat sehingga 10 tahun ke depan akan menjadi dekade yang menentukan abad ini karena mereka akan membentuk seperti apa dunia kita dan nilai-nilai yang akan memandunya, tidak hanya dalam waktu dekat, tetapi untuk generasi yang akan datang," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Butuh Rasa Hormat dan Inklusivitas

Selain kemampuan beradaptasi, Biden menyoroti rasa hormat dan inklusivitas sebagai sifat kepemimpinan yang penting bagi kaum muda untuk bersandar, dengan alasan bahwa mereka sangat berharga saat ini karena dunia sedang menyelaraskan.

Di masa lalu, negara-negara bersekutu dengan negara lain berdasarkan geografi dan konflik, tetapi sekarang, itu tergantung pada nilai-nilai, terutama yang memprioritaskan orang daripada kekuasaan.

"Kita hidup melalui perjuangan global antara otokrasi dan demokrasi. Itulah yang membuat Anda lulus ke dunia yang lebih dari sebelumnya membutuhkan kepemimpinan Amerika yang kuat, kepala sekolah, dan terlibat. Di mana Amerika memimpin tidak hanya dengan contoh kekuatannya, tetapi kekuatan teladannya," paparnya.

Biden juga mengakui bahwa angkatan 2022 juga menghadapi tantangan yang lebih berat daripada kebanyakan angkatan yang lulus termasuk gejolak ekonomi, konflik internasional, dan jumlah korban pandemi yang belum terhitung.

Tetapi keterampilan kepemimpinan yang telah mereka pelajari, bahkan tanpa disadari, dapat memberi mereka kapasitas yang lebih baik untuk pada akhirnya mengubah dunia menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang.

"Tidak ada generasi lulusan yang dapat memilih dunia apa yang akan merek, akan mereka masuki. Itu sudah dibentuk untukmu, tetapi kamu harus mengubahnya." (mdk/azz)

Baca juga:
Dikenal Kaya Raya, Jusuf Hamka Akui Belum Menjadi Orang Sukses
Jangan Kecil Hati Jika IPK Anda Rendah, Ini Tips Agar Cepat Dapat Kerja
Trik Laris Manis Jualan Online di Marketplace yang Wajib Diketahui Pemula
Pedagang Pecel Lele Sukses Merantau, Pulang Kampung Bagi-Bagi Uang dari Atas Masjid
Saran Warren Buffett untuk Hadapi Dampak Inflasi Tinggi
Strategi Investasi Terbaik Miliarder Elon Musk, Mirip Warren Buffet

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini