Jokowi Ingatkan Waspada Terhadap Oknum yang Senang Impor Minyak Ganggu Program B30

UANG | 10 Desember 2019 13:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi - Ma'ruf Amin menegaskan tidak ingin penerapan pencampuran biodiesel 30 persen atau B30 tidak optimal seperti yang dialami pada penerapan B20. Sebab ada pihak yang masih ingin Indonesia mengimpor minyak.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, program B20 dilaksanakan ketika dirinya menjabat sebagai menjabat sebagai Pelaksana tugas Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2016, dengan harapan program tersebut dapat mengurangi impor solar.

"kemudian palm oil kita lihat turunannya kita buat B20, 2016 saya tandatangani waktu jadi Meneteri ESDM," kata Luhut di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12).

Menurut Luhut, selama pelaksanaan B20 ada pihak yang masih menginginkan Indonesia impor BBM. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyinggung masalah tersebut dan akan menindak oknum yang membuat program mandatori biodiesel tidak berjalan agar Indonesia tetap mengimpor BBM.

"Tapi nggak dilakukan karena mau impor-impor. Presiden bilang mau gigit, berpuluh-puluh tahun kok kita masalahnya itu terus," tutur Luhut.

Luhut menegaskan bahwa Presiden Jokowi mengingatkan agar saat penerapan program B30 mulai Januari 2020 nanti tidak ada lagi pihak yang mengganggu program tersebut untuk kepentingan impor minyak. Sebab program tersebut memberikan banyak manfaat untuk negara dan masyarakat.

"Presiden mengingatkan ke kami supaya B30 nggak main-main. Karena dampaknya B20 sudah lihat kita hemat USD 3 miliar, itu hemat lagi USD 2-5 miliar (untuk B30) dan lingkungan emisi dan petani naik harganya. Dampaknya besar. Presiden nggak mau ada masalah di situ," tandasnya.

1 dari 1 halaman

B30 Diterapkan Mulai Akhir Bulan Ini

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, program bahan bakar jenis biodiesel 30 persen atau B30 akan diluncurkan lebih cepat pada Desember 2019.

Ini sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) terdahulu yang memproyeksikan program B30 bisa di-launching pada 20 Desember, untuk kemudian diterapkan mulai 1 Januari 2020.

"(B30) akan di-launching akhir Desember. Mungkin minggu-minggu terakhir akan di-launching B30," ujar Arya saat ditemui di Novotel Hotel Cikini, Jakarta, Selasa (10/12).

Dia melanjutkan, B30 sudah mulai tersedia di sebagian Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) mulai bulan ini. "Sudah implementasi sebagian. Nanti mulai akan tersedia di SPBU Desember ini," jelas dia.
Namun untuk kepastian, Arya meminta agar seluruh pihak bersabar hingga Jokowi benar-benar resmi meluncurkan program B30 kepada publik.

"Tapi itu informasinya ya. Kita tunggu saja launching pak Jokowi akan kapan," tukas dia.

Sebelumnya, pada Senin (9/12/2019) kemarin, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati juga telah memastikan program B30 akan siap dijalankan di berbagai SPBU mulai tahun depan.

"Sudah kami sampaikan ke pak Presiden (Jokowi) soal kesiapan penerapan B30 dari Pertamina. Semuanya sudah siap penerapan B30 di semua SPBU," ujar Nicke.

Reporter: Pebrianto

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
BUMN: Solar B30 Tersedia di SPBU Akhir Bulan Ini
Pasokan Minyak Sawit Terbatas, Program Biodiesel Disebut Luhut Hanya Cukup Sampai B50
Gaikindo: Kandungan Air di Biodiesel B30 Pengaruhi Keandalan Mesin
Malaysia dan Thailand Tiru RI Terapkan B20
Sering Digembar-Gemborkan Pemerintah, Apa Keuntungan B30?
Uji Coba Selesai, B30 Siap Diterapkan 1 Januari 2020

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.