Jokowi Minta Impor Sampah dan Limbah Lebih Diperketat

UANG | 27 Agustus 2019 16:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menterinya untuk memperketat impor sampah dan limbah ke Indonesia. Dia juga meminta agar pihak yang melanggar aturan terkait impor sampah limbah ditindak tegas.

"Penegakan aturan dan pengawasan yang ketat, seketat-ketatnya terhadap impor sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia. Juga lakukan langkah-langkah tegas, yang harus dilakukan ketika menemukan pelanggaran di lapangan," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Selasa (27/8).

Dia menerima laporan bahwa tren impor sampah dan limbah yang dilakukan Indonesia mengalami peningkatan. Untuk itu, dia mengingatkan banyaknya sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia dapat merusak lingkungan. Terlebih, apabila sampah atau limbah tidak dapat didaur ulang.

"Lebih bahayanya lagi terkontaminasi oleh bahan berbahaya, beracun atau B3 yang berbahaya bagi masyarakat," ucapnya.

Untuk itu, Jokowi menyebut perlu adanya langkah pengendalian yang harus dilakukan pemerintah. Contohnya, dengan memaksimalkan potensi sampah yang ada di Indonesia. "Kedua, regulasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki tata kelola impor sampah dan limbah agar betul-betul segera dipercepat penyelesaiannya," jelasnya.

Mantan Walikota Solo itu juga meminta agar para menteri terkait untuk saling berkoordinasi dalam menangani sampah B3. Jokowi tak ingin nantinya terjadi perbedaan pandangan antar kementerian.

"Jangan sampai terjadi perbedaan pandangan yang menghambat penanganan impor sampah dan limbah," pungkas dia.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Kemudian Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sampah Impor Itu Menjadi Berkah Bagi Warga Desa Bangun
5 Negara Penghasil Sampah Plastik Terbanyak Sejagat, Indonesia Ada?
Revisi Permendag, Pemerintah Perketat Praktik Impor Sampah
Aksi Unjuk Rasa Tolak Impor Sampah Plastik di Kedubes AS
BPS: Cuti Panjang Lebaran Buat Impor Indonesia Turun 20 Persen Jadi USD 11,58 Miliar
Menteri Susi: Punya Kita Saja Banyak, Masak Tambah Impor Sampah

(mdk/azz)