Jokowi Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Update Data Penyaluran Bansos

Jokowi Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Update Data Penyaluran Bansos
UANG | 22 Oktober 2020 16:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya di pemerintah pusat dan daerah, untuk terus memberikan update data soal bantuan stimulus ekonomi yang digulirkan selama masa pandemi Covid-19, agar tidak ada simpang siur terkait kebijakan dan proses penyaluran bantuan sosial (bansos).

Disebutkannya, pemerintah telah menyalurkan sejumlah program perlindungan sosial dan cash transfer. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial (bansos tunai), bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, program Kartu Prakerja, subsidi gaji, hingga bansos produktif untuk bantuan UMKM.

"Jelaskan program pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jelaskan juga bantuan stimulus hibah yang digulirkan dan kepada siapa saja," seru Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020, Kamis (22/10).

Selain itu, Jokowi menyatakan, data produksi dan konsumsi yang akurat sangat penting. Dengan begitu, pemerintah pusat bisa tahu dengan cepat mana provinsi yang kurang dan kelebihan. "Berdasarkan data itu perdagangan daerah bisa didorong, kerjasama daerah bisa diperkuat," ujar dia.

Jokowi pun meminta seluruh jajarannya untuk terus memberikan tone yang positif kepada masyarakat di tengah pandemi. Dia berharap, optimisme masyarakat bisa ikut terbangun.

"Gandeng tokoh masyarakat, (tokoh) agama untuk bangun optimisme. Ajak saling bantu dan gotong royong untuk hadapi situasi sulit. Bangun harapan, dengan bersatu kita bisa lalui ini. Insya Allah kesehatan bia cepat pulih dan ekonomi bisa segera bangkit," imbuhnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Pemerintah Alokasikan Rp 2,6 Triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Pesantren
Hadapi Pandemi, Sri Mulyani Dorong Pesantren Genjot Perekonomian Masyarakat
Pemerintah Kucurkan Dana Hibah di Sektor Pariwisata Rp3,3 Triliun
Tak Hanya Kesehatan, Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fokus Pemerintah Saat Pandemi
Strategi Pemerintah Dorong EBT untuk Pulihkan Ekonomi Nasional
Sri Mulyani: Aktivitas Ekonomi di Masyarakat Sudah Tunjukan Perbaikan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami