Jokowi Minta Sektor Pertanian dan Perikanan Fokus ke Pascaproduksi

UANG | 10 Desember 2019 16:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya untuk mulai fokus terhadap peningkatan produksi pertanian dan perikanan off farm atau pascaproduksi, dalam rangka akselerasi penguatan ekonomi. Selama ini, pemerintah hanya berfokus pada upaya di on farm saja.

"Kita tidak pernah menyentuh off farmnya. Terutama pasca produksi," ucap Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (10/12).

Menurut dia, petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanan. Salah satunya, melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan.

"Ataupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan," katanya.

Untuk masuk ke off farm, para petani dan nelayan harus memiliki skema pembiayaan dan pendampingan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, plafon anggaran KUR di 2020 mencapai Rp190 triliun dengan bunga hanya 6 persen.

"Saya sudah perintahkan KUR agar didesain skema2 khusus per klaster sehingga sesuai kebutuhan grace period, produksi klaster pertanian maupun perikanan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pendampingan KUR

Kendati begitu, dia mengingatkan bahwa skema pembiayaan ini harus diikuti dengan pendampingan baik dalam pengelolaan keuangan, membuat kemasan serta packaging yang menarik, branding yang baik, hingga marketing baik.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar para petani dan nelayan mulai didorong untuk bergabung dalam kelompok-kelompok atau korporasi besar. Dengan begitu, petani dan nelayan memiliki nilai atau skala ekonomi yang besar.

"Sehingga dalam korporasi nanti, petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam mendapat bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi, dan melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply chain nasional maupun global," jelas Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Nilai Tukar Petani Naik Tipis 0,05 Persen di November 2019
Musim Kemarau, Harga Gabah Kering Naik
Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado Terapkan Manajemen Antisuap
Jaga Usaha Petani, DPR Minta Kementan Gencarkan Sosialisasi Asuransi Pertanian
Dorong Penyaluran KUR, Mentan Syahrul Minta Eksportir Punya Sertifikasi Khusus
Jelang Musim Tanam, Kemendes Rintis Program Smart Farming 4.0

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.