Jokowi Minta Warung Kopi dan Ayam Goreng Lokal Diprioritaskan Jualan di Rest Area

UANG | 9 Desember 2019 19:53 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada anak buahnya agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal diberi peluang untuk berbisnis di tempat peristirahatan (rest area) di jalan tol, termasuk usaha warung kopi lokal.

"UMKM ini, sudah saya ulang-ulang ke Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, untuk mengisi sentra-sentra ekonomi di kawasan infrastruktur yang baru yang telah dibangun, misalnya rest area jalan tol," kata Presiden Jokowi di Jakarta, Senin (9/11).

Menurutnya, komitmen bersama untuk membangun perekonomian bangsa bisa dimulai dengan mendukung UMKM. Dia mengatakan, kualitas produk kuliner dan minuman UMKM dalam negeri tidak kalah dengan merek luar negeri.

Di Indonesia terdapat beragam warung kopi maupun restoran ayam goreng yang memiliki cita rasa berkualitas. "Kalau bangun rest area itu nanti jalan tol dari Lampung sampai ke Aceh itu berapa ada rest area? Pasang dong brand-brand lokal kita. Baik yang belum jadi di tol di Jawa juga sama, rest area tolong diisi oleh UMKM kita," ujarnya.

Mantan walikota Solo itu pun bertanya kepada Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengenai warung kopi asal Indonesia yang berkualitas. Sementara Teten menjawab ada Anomali, Monolog, dan masih banyak lagi yang rasanya lebih enak dibandingkan dengan coffee shop asing.

Jokowi juga meminta produk UMKM disiapkan untuk dipasarkan di lima destinasi wisata Bali Baru. Persiapan itu dapat dilakukan melalui bimbingan kementerian dan perbankan dengan mempermudah Kredit Usaha Rakyat (KUR), memperbaiki kualitas, kemasan, serta pemasaran produk.

1 dari 1 halaman

Kurasi Produk Lokal

Menteri Teten menjelaskan, pemberian prioritas terhadap UMKM Lokal karena dengan adanya pembangunan tol, maka akan mematikan UMKM di jalur konvensional. Ketika ada jalur tol, maka restoran dan toko suvenir dan oleh-oleh di sekitar jalan konvensional akan mati.

"Presiden minta supaya UMKM lokal diberi akses jualan di rest area. Di luar itu, sebetulnya banyak produk lokal, terutama Food and Beverage banyak sekali. Mulai dari ayam goreng, kue, HP, dan brand lokal yang bisa bersaing. Ini yang harus diberikan akses. Akses ini ada di KemenPUPR dan BUMN," katanya.

Dengan demikian, pihaknya akan melakukan kurasi produk lokal yang bisa masuk ke rest area, termasuk juga mal. "Jadi mal juga sudah harus mulai berani di daerah premium nya di lokasi premium untuk berani menerima brand lokal yang tak kalah kualitasnya dengan brand asing," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Jokowi Sentil Perbankan yang Masih Minta Jaminan untuk KUR
Pedagang Online Wajib Punya Izin Usaha, Bagaimana Nasib UMKM?
Lazada Latih Pelaku UMKM Agar Bisa Bersaing di Harbolnas
UMK Naik, Perusahaan di Karawang PHK Ribuan Karyawan
Melihat Pameran UMKM Disabilitas di Senayan
Perum Jamkrindo Incar Laba Rp751 Miliar di 2020

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.