Jokowi Optimis Indonesia Tak Impor Bahan Petrokimia 5 Tahun Lagi

Jokowi Optimis Indonesia Tak Impor Bahan Petrokimia 5 Tahun Lagi
Jokowi Resmikan Pabrik Baru Polyethylene. ©2019 Merdeka.com
EKONOMI | 6 Desember 2019 12:15 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru polyethylene milik PT Chandra Asri Petrohemical Tbk (Chandra Asri) di Cilegon, Banten. Dalam kesempatan tersebut, dia yakin Indonesia 4-5 tahun ke depan akan lebih banyak mengekspor dibanding mengimpor, terutama produksi petrokimia.

Dia menjelaskan, Chandra Asri akan berinvestasi sebesar 60-80 triliun sampai 2024, yang nantinya akan menghasilkan produk ratusan hingga jutaan ton.

"Kita harapkan penanaman modal yang terus menerus harus kita berikan nantinya yang hanya impor dan justru bisa mengekspornya. Feeling saya 4-5 tahun kita tidak mengimpor tapi justru mengekspor," kata Jokowi saat peresmian pabrik baru polyethylene milik PT Chandra Asri Petrohemical Tbk (Chandra Asri) di Serang, Banten, Jumat (6/12).

Saat ini, neraca perdagangan di Indonesia masih defisit sebesar 193 triliun. Hal tersebut lantaran masih banyaknya pihak yang lakukan impor.

"Ekspor bahan kimia kita, jadi defisit gede sekali. Impor kita. Kita harapkan dari Candra Asih bisa menyelesaikan ini," ungkap Jokowi.

Jokowi juga berharap saat ini pekerjaan pemerintah dapat diselesaikan, salah satunya impor. Menurutnya, jika Indonesia bisa memproduksi kenapa harus dari luar negeri.

"Artinya kita masih impor 1,52 juta ton per tahunnya. Jangan beri peluang ke negara lain. Kalau bisa kenapa impor. Kalau bisa jangan 4 tahun, 2 tahun. Dikebut," ungkap Jokowi.

Baca Selanjutnya: Ciptakan Lapangan Kerja...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami