Jokowi: Rupiah Tak Perlu Takut Lawan USD Jika Hilirisasi Tambang Diterapkan

UANG | 20 November 2019 20:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa nilai tukar Rupiah tidak akan takut melawan Dolar Amerika Serikat atau USD jika hilirisasi‎ komoditas mineral dan batubara (minerba) diterapkan. Oleh karena itu, Jokowi mengajak pelaku usaha pertambangan untuk menerapkan hilirisasi.

Jokowi mengatakan, ‎dengan adanya hilirisasi, maka komoditas pertambangan akan mengurangi impor, salah satunya adalah hilirisasi batubara menjadi produk petrokimia dan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti bahan baku Liqufied Petroleum Gas (LPG).

"Saya berikan contoh, batubara. Gasifikasi. Sekarang dengan teknologi, ternyata, saya juga baru tahu batubara bisa menjadi DME dan menjadi LPG bisa jadi petrokimia, metanol dan lain lain. Ngapain kita impor elpiji, ngapain kita impor petrokimia yang besar," kata Jokowi saat menghadiri pemberian penghargaan IMA, di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta, Rabu (20/11).

Untuk diketahui, dari. 7,3 Metric Ton (MT) kebutuhan LPG Indonesia dalam satu tahun, 70 persennya atau 5,5 juta MT berasal dari impor.

Menurut Jokowi, dengan menurunnya impor‎ akan meredam defisit neraca perdagangan dan defisit neraca berjalan, sehingga akan memperkuat Rupiah. Bahkan tidak ada lagi ketakutan dengan pelemahan Rupiah terhadap USD.

‎"Kalau kita Current Account Defisit dan neraca perdagangan selesai, Tidak ada ketakutan mengenai rupiah dengan dolar dan mata uang lain, kan aman kita," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Hilirisasi Amanat Undang-Undang

Jokowi mengungkapkan, hilirisasi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang minerba, namun penerapannya beberapa kali mengalami penundaan.

"Undang-Undang Minerba kita amanatkan ke sana sampai 2017 seingat saya. Namun ada relaksasi menjadi tahun 2022. Jangan dipikir saya nggak ngerti," ujarnya.

Jokowi pun mengajak pelaku usaha pertambangan menerapkan hilirisasi. Dia pun siap mencarikan solusi, jika menghadapi masalah untuk menerapkan hilirisasi dan membicarakannya di istana.

"Kalau ada masalah yang berkaitan dengan pendanaan mari kita bicara. Saya bisa carikan solusi kalau diperlukan. Saya sampaikan, bahwa bapak ibu semuanya orang kaya jadi urusan pendanaan mestinya tidak ada masalah. namun kalau ada masalah, mari berbicara, di istana mari saya undang," tandasnya.

Reporter: Pebrianto

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Presiden Jokowi: Orang Kaya di Indonesia Berasal dari Pertambangan
Pembangunan Pengolahan Limbah Nikel Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
Ombudsman Bilang Pelarangan Ekspor Nikel di 2020 Timbulkan Ketidakpastian Hukum
Soal Kebijakan Pelarangan Ekspor Nikel, Ombudsman Endus Potensi Praktik Korupsi
Ekspor Bijih Nikel Dilarang 2020, Penjualan Oktober Meningkat 300 Persen