Jokowi: Saya Jengkel Kalau Ada yang Remehkan Profesi Pengemudi Online

UANG | 12 Januari 2019 12:42 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengaku bangga bertemu dengan seluruh pengemudi online di acara Silaturahmi Nasional dengan Keluarga Besar Pengemudi Online. Sebab, pengemudi online merupakan pihak yang berani keluar dari zona nyaman, serta menjadi pekerjaan masa depan.

"Pagi ini saya bukan hanya merasa senang tetapi bangga bertemu dengan saudara seluruh pengemudi online," kata Jokowi di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1).

Dia pun sering merasa jengkel dan marah jika ada pihak yang meremehkan pengemudi transportasi online. "Saya kadang-kadang marah dan jengkel, kalau ada yg meremehkan profesi pengemudi transportasi online," imbuhnya.

Menurutnya, menjadi pengemudi online adalah pekerjaan mulia. Sebab, pekerjaan tersebut dapat memberikan pendapat yang baik, dengan penghasilan yang didapat dapat mensejahterakan keluarga.

"Ini pekerjaan mulia. Saya tanya ke Pak Mulyono dari Gojek, Pak Mul, sehari income berapa. Iya pak kadang Rp 300 ribu. Kadang 200, rata-rata Rp 200. Kalau sebulan Rp 6 juta. Kan ada operasional Rp 50 rb. Berarti Rp 4,5 juta, itu masih dikurangi lagi," jelasnya

"Kita sabtu minggu libur. Masih kira-kira Rp 4 juta. Jumlah sangat besar. Kalau ada yang meremehkan saya marah dan jengkel karena ini jumlah yang sangat besar," kata Jokowi.

Dia juga menjelaskan pekerja pengemudi online memberikan kesempatan untuk ambil waktu sebebas-bebasnya. Bisa setengah hari, bisa full satu minggu kata Jokowi. "Setengah hari silakan, senin sampai minggu libur silakan. Kalau saya, saya ini nggak sabtu, minggu, nggak pernah libur. Isinya kerja terus," kata Jokowi.

Baca juga:
Hadiri Silaturahmi Nasional, Pengemudi Online Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Garda Indonesia Dukung Payung Hukum untuk Ojek Online
Kemenhub Beri Sinyal Tarif Batas Bawah Ojek Online Rp 2.500
Selain Ojek Online, Aturan Anyar Juga Mengatur Ojek Pangkalan
Lindungi Pengemudi Ojek Online, Pemerintah Kaji Pembentukan Lembaga Pemantau Suspend

(mdk/azz)