Jokowi: Saya Tidak Ingin Koperasi Tutup Baru Dibantu

Jokowi: Saya Tidak Ingin Koperasi Tutup Baru Dibantu
UANG | 23 Juli 2020 11:31 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa dipercepat. Dia pun meminta agar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa membantu koperasi, dan tidak menunggu suatu koperasi bangkrut.

"Saya tidak ingin koperasinya tutup baru dibantu, itu tidak ada artinya jangan nunggu pelaku usaha juga sama segera bantu mereka, dan gunakan tambahan kerja produktif ini untuk menggerakkan ekonomi utamanya yang berada di daerah," kata Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (23/7).

Dia menjelaskan, pemerintah akan membagikan bantuan modal kerja kepada pedagang kecil yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Bantuan ini nantinya akan dibagikan kepada 12 juta pedagang kecil se-Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV.

"Sebentar lagi di awal Agustus akan kita berikan kepada 12 juta UMKM, kita namakan bantuan modal kerja produktif kita harapkan akan mengungkit ekonomi kita," imbuhnya.

Selain itu, dia memuji kinerja dari Kementerian Koperasi dan UKM yang saat ini cukup cepat dalam menyalurkan bantuan. Misalnya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), seperti penyaluran pinjaman yang sudah tersalurkan sebesar Rp 381,4 miliar kepada koperasi.

"Saya kira ini angka yang jangan berhenti, besok tambah lagi, minggu depan tambah lagi, sehingga Koperasi-koperasi yang kita miliki betul-betul likuiditasnya baik, dan bisa memberikan pinjaman kepada para anggotanya, saya harapkan baik di LPDB maupun di koperasi prosesnya sederhana dan cepat," katanya.

Jokowi berharap, awal dari pemberian likuiditas kepada koperasi bisa dengan cepat tersalurkan ke seluruh koperasi di Indonesia, agar bisa disalurkan kembali ke pelaku UMKM. Menurutnya, momentum pandemi covid-19 ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai keadaan ekonomi yang baik untuk ke depannya.

"Kita hanya punya waktu untuk Juli, Agustus, dan September, kalau kita mengungkit ini insya Allah nanti di kuartal IV lebih mudah, dan tahun depan kita akan jauh lebih mudah," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Bantuan Rp 1 Triliun untuk...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami