Jokowi Sudah Tahu yang Suka Impor Migas: Hati-hati, Saya Ikuti Kamu

Jokowi Sudah Tahu yang Suka Impor Migas: Hati-hati, Saya Ikuti Kamu
UANG | 16 Desember 2019 15:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sudah mengetahui siapa saja pihak yang mendapatkan keuntungan dari hasil impor minyak dan gas. Jokowi pun mengingatkan agar pihak tersebut untuk berhati-hati.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam acara ini, para menteri kabinet Indonesia Maju dan kepala daerah.

"Yang senang impor ini, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang senang impor, sudah ngerti saya. Hanya perlu saya ingatkan, bolak-balik, hati-hati. Kamu hati-hati. Saya ikuti kamu," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/10).

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki batu bara yang melimpah yang sebenarnya bisa disubstitusi untuk membuat gas, malah justru diimpor. Menurut dia, ada pihak yang sengaja menghalang-halangi pembuatan gas dari batubara.

"Jangan menghalangi orang ingin membikin batubara menjadi gas. Gara-gara kamu senang impor gas," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Banyak Pihak Raup Keuntungan Impor

raup keuntungan impor rev1

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa pihak yang mendapat keuntungan dari impor migas ini sempat khawatir apabila Indonesia bisa memproduksi gas sendiri. Sebab, dirinya tak bisa lagi meraup keuntungan besar.

"Kalau ini bisa dibikin, ya sudah, enggak ada impor gas lagi. 'Ya saya kerja apa Pak?' Ya itu urusanmu, kamu sudah lama menikmati ini," ucap Jokowi.

Begitu juga dengan impor minyak. Padahal, kata Jokowi, sumber minyak Indonesia masih banyak namun produksinya tak digenjot.

"Impor minyak sama. Lifting produksi minyak kita, sumber-sumber kita masih banyak kok. Kenapa nggak digenjot produksinya? Karena masih ada yang senang impor minyak. Ndak, saya pelajari detil ini, ndak, ini ndak, ndak benar kita ini," jelasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pertamina Hulu Energi Target Laba USD 421 Juta di 2019
Tak Mau Ulangi Kesalahan, Bos Pertamina Lebih Selektif Akuisisi Blok Luar Negeri
Pertamina EP Rantau Field Berdayakan Masyarakat Aceh
Dorong Kompetensi SDM Migas, Ini Susunan Baru Ikatan Ahli Teknik Perminyakan RI
Menko Luhut: Pertamina Itu Sumber Kekacauan Paling Banyak, yang Tolak Ahok Terancam
Optimalkan Pemanfaatan Dalam Negeri, DPR Dorong Penurunan Harga Gas untuk Industri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami