Jokowi tak punya keberanian pecat Sudirman Said dan Rini Soemarno

UANG | 13 Agustus 2015 07:08 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Teka teki perombakan atau reshuffle kabinet terjawab sudah. Kemarin, Rabu (12/8) Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan perombakan susunan kabinet, termasuk di lingkaran menteri-menteri bidang ekonomi. Rachmat Gobel dicopot dari jabatannya sebagai menteri perdagangan.

Sofyan Djalil direposisi dari menteri koordinator bidang ekonomi menjadi menteri PPN/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago. Indroyono Soesilo juga dilengserkan dari jabatannya sebagai menteri koordinator bidang perekonomian.

Sebenarnya ada dua nama menteri di bidang ekonomi yang selalu didesak untuk dicopot dari jabatannya. Dua nama itu antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Keduanya dianggap tidak maksimal menjalankan tugasnya.

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi yang juga anggota Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Ucok Sky Khadafi sempat menantang keberanian Jokowi mencopot dua menterinya itu. Namun pada kenyataannya, Rini dan Sudirman Said aman dari bongkar pasang kabinet.

Ucok menanggapi hasil reshuffle kabinet yang mengamankan Sudirman Said dan Rini Soemarno. "Ini memperlihatkan Jokowi tidak punya keberanian (mencopot Rini dan Sudirman Said)," ujar Ucok saat berbincang dengan merdeka.com, semalam.

Perombakan kabinet pasti mengandung unsur tawar menawar antara Jokowi dengan Jusuf Kalla. Lolosnya nama Sudirman Said dan Rini Soemarno dinilai sebagai bentuk kekalahan Jokowi melakukan deal dengan Jusuf Kalla. Sehingga hanya beberapa menteri bidang ekonomi yang dicopot dari jabatannya.

(mdk/noe)