Jonan Pertanyakan Efektivitas Vaksin dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Jonan Pertanyakan Efektivitas Vaksin dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
UANG | 26 November 2020 12:33 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan justru mempertanyakan efektivitas vaksin dalam pemulihan perekonomian nasional. Menurutnya, kehadiran vaksin tidak lantas menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

"Vaksin ini efektif atau tidak? Saya bukan ahlinya memang tapi yang ini saya sampaikan kita di masa pandemi ini pelan-pelan membawa pada krisis yang panjang," kata Jonan di Jakarta, Kamis (26/11).

Dia pun menyoroti proses vaksinasi kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya vaksinasi ini bakal memakan waktu yang tidak sebentar.

Jonan mengasumsikan, bila pemerintah menargetkan 2/3 penduduk Indonesia divaksin, maka harus ada 180 juta penduduk yang divaksin. Bila proses vaksin diutamakan di 10 provinsi terbesar dengan target satu hari 1 juta orang divaksin, maka membutuhkan waktu 180 hari melakukan vaksinasi.

"Kalau 1 hari 1 juta vaksinasi di 10 provinsi, maka butuh waktu 180 hari. Padahal swab test yang dilakukan saat ini pun dalam satu hari tidak sampai 500 ribu," imbuhnya.

Usai vaksinasi dilakukan, kondisi perekonomian nasional juga tidak serta merta mengalami pemulihan. Pasca pandemi pun tatanan kehidupan manusia juga berubah.

Mantan Menteri Perhubungan ini menilai dunia pun tak lagi sama setelah pandemi. Banyak kegiatan bisnis yang berubah. Semisal pola konsumsi masyarakat. Maka segala bentuk kebijakan dan bisnis harus dipertimbangkan lagi.

"Dunia tidak akan sama lagi, properti, bisnis tidak akan sama. Ini harus dipertimbangkan," kata dia.

Dia sepakat dengan para pakar yang menyebutkan dalam beberapa waktu terakhir pandemi semakin cepat terjadi. Semisal SARS, flu burung sampai virus corona.

Kondisi ini dipicu ketidakseimbangan ekosistem atau alam. Sehingga semua pihak perlu duduk bersama membahas masalah lingkungan. Baik itu terkait perubahan iklim atau kondisi bumi yang perlu diantisipasi.

"Apakah kita bisa membantu ketidakseimbangan alam, carbon to change atau climate change," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Satgas Jelaskan Alokasi Dana PEN untuk Sovereign Wealth Fund
Penyaluran Dana PEN Sektor Pendidikan Keagamaan Capai Rp5,7 Triliun
Per Hari Ini, Realisasi Penyaluran Dana PEN Capai 60,9 Persen
Tak Cukup Kebijakan Moneter, Vaksin jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Imbas Pandemi
Satgas PEN Hubungi Delapan Perusahaan Pengembang Vaksin Covid-19
Pemerintah Sebut Ekonomi China Mampu Bangkit Tanpa Kehadiran Vaksin, ini Kuncinya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami