Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 7 Persen Akibat Pembatasan Sosial

Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 7 Persen Akibat Pembatasan Sosial
UANG | 1 Juli 2020 14:22 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera sepanjang Mei 2020 sebanyak 5,48 juta orang. Angka ini turun sebesar 7,04 persen dibanding bulan sebelumnya April 2020 yang tercatat sebanyak 5,8 juta orang.

"Jadi dengan berbagai pembatasan aktivitas sosial dan imbauan pekerja beribadah dan bekerja di rumah, tidak berpengaruh besar sehingga jumlah angkutan kereta Mei 5,48 juta," kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/7).

Suhariyanto mengatakan, dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek, yang merupakan penumpang pelaju (commuter) yaitu sebanyak sebanyak 5,1 juta orang atau 92,58 persen dari total penumpang kereta api.

"Dengan catatan bahwa jumlah penumpang yang diangkut ini termasuk KRL di mana tiap hari hampir 900 ribu per hari," kata dia.

Sementara penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera masing-masing turun 1,19 persen, 40,98 persen, dan 90,59 persen.

Sedangkan secara kumulatif jumlah penumpang kereta api selama Januariā€“Mei 2020 mencapai 101,2 juta orang atau turun 41,72 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera masing- masing turun 41,17 persen, 43,80 persen, dan 44,14 persen.

Baca Selanjutnya: Angkutan Barang Kereta Api...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami