Jumlah tenaga kerja tak sebanding dengan lapangan pekerjaan

UANG | 29 April 2014 11:31 Reporter : Ahmad Baiquni

Merdeka.com - Jumlah tenaga kerja di Indonesia berbanding terbalik dengan ketersediaan lapangan kerja. Karena itu jangan heran jika banyak pengangguran di Indonesia.

Ketua Komite Tetap Sertifikasi Tenaga Kerja Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumarna F Abdurrahman mengatakan gap terjadi lantaran suplai tenaga kerja yang disediakan lembaga pendidikan tidak sepenuhnya terserap oleh pelaku industri. Penyebabnya, banyak tenaga kerja tidak memiliki bukti yang menunjukkan kompetensi kerja di bidang tertentu.

"Masih ada gap antara suplai tenaga kerja dengan kebutuhan pelaku usaha," ujar Sumarna dalam diskusi 'Pengembangan SDM Perusahaan Berbasis Kompetensi Menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015 di Hotel Horison, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/4).

Sumarna mengutip data Bank Dunia tahun 2010 yang menunjukkan kecenderungan sulitnya pelaku industri menemukan tenaga kerja dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan.

"Suplai tidak dapat diserap lantaran kualifikasi yang tidak sesuai," kata Sumarna.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sertifikasi kompetensi dari lembaga pendidikan. Menurut dia, selama ini tenaga kerja hanya mengandalkan ijazah saat mencari kerja.

"Ijazah tidak lagi dapat menjadi patokan seseorang memiliki kompetensi, tetapi melalui sertifikasi kompetensi," pungkas dia.

(mdk/noe)