Jumlah Tes Corona Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Jumlah Tes Corona Indonesia Terendah di Asia Tenggara
UANG | 26 Mei 2020 17:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan, berdasarkan perhitungannya, di Indonesia saat ini baru ada sekitar 940 per satu juta orang yang telah dilakukan tes. Menteri Suharso menyatakan, angka tersebut masih jauh di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Thailand yang sudah lebih masif menggelar tes Covid-19.

"Kita satu minggu cuma naik 200. Jadi kelihatan kita tes itu tidak ada. Saya harap benar daerah dipimpin Bappeda, sampaikan penting untuk dites," ujar Menteri Suharso saat memberikan arahan dalam acara Temu Konsultasi Triwulanan 2020 Bappenas-Bappeda Provinsi Seluruh Indonesia, Selasa (26/5).

"Jadi kalau berdasarkan hitungan Mei, kalau kita bisa lakukan 10.000 tes per hari, maka tanggal 19 juni kita harus mencapai 1.838 per sejuta penduduk yang dites," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pemda Diminta Genjot Kapastitas Tes

genjot kapastitas tes rev1

Dia berharap agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merancang untuk memperbanyak pengawasan (surveillance) terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) di pelosok daerah. Dia meminta ada 1.000 penduduk di masing-masing daerah dapat dilakukan tes Covid-19 setiap pekannya.

"Jadi kalau ada penduduk satu juta, ada seribu orang per minggu harus dites," ujarnya.

Menteri Suharso mengutarakan, dirinya termasuk orang yang kurang setuju dengan penetapan istilah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Menurutnya, setiap orang yang terindikasi bersentuhan dengan virus corona sebaiknya langsung dilakukan tes.

"ODP dan PDP itu kalau Anda bisa mencari orang yang kena, kalau dia dicurigai, maka dia jadi orang yang prioritas untuk dites. Jadi jangan kayak dioper terus posisi PDP itu, jadi untuk memastikan dia dites," ungkapnya.

"Jadi dengan demikian kita bisa benar benar melihat. Buat saya kita realistis aja di Indonesia, apalagi di daerah. Jadi misal dokter bilang orang ini mau Covid-19, ya dites aja. Jadi yang penting itu tes, menggambarkan surveillance kita kuat," dia menegaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Baca juga:
130.912 Sampel di Jakarta Dites PCR Covid-19
Pemerintah Telah Periksa 256.946 Spesimen Kasus Covid-19
Tingkatkan Pengujian Sampel, Gugus Tugas Covid-19 Gandeng IDI, Bidan, dan Kementerian
Maksimalkan Tes Swab, Pemda DIY Ajukan Tambahan Laboratorium Covid-19
Camat Tambora Gelar Tes Swab Massal Setelah 30 Warga Terpapar Covid-19
Jabar Klaim Punya Alat Baru Pendeteksi Virus, Lebih Akurat dan Murah
Layanan Swab Test Drive Thru untuk Deteksi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5