Jurus Kopi Kenangan Gaet Pelanggan: Pertahankan Harga yang Tak Bikin Kantong Bolong

UANG | 1 Oktober 2019 16:22 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, menegaskan pihaknya berkomitmen menyediakan kopi dengan harga terjangkau. Dengan demikian, tidak membebani kantong pelanggan.

"Kita 22 September 2017 buka. Untuk tren kopi market sebenarnya semakin lama semakin ingin affordable," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Selasa (1/10).

Sejak awal dibuka pada 22 September 2017, Kopi Kenangan menawarkan harga yang relatif terjangkau. Misalnya untuk menu andalan 'Kopi Kenangan Mantan' dibanderol Rp18.000.

Harga Rp18.000 tersebut, kata dia, dipatok setelah pihak mengkalkulasi kemampuan pelanggan untuk membeli kopi dengan mempertimbangkannya Upah Minimum Regional.

"Karena kebanyakan masyarakat tidak bisa konsumsi kopi harga Rp40.000 sampai Rp50.000," ujarnya.

"Kita harga Rp40.000, kalau UMR kita seperti Amerika itu mungkin sekali. Kita melakukan kalkulasi dengan UMR kita sekarang, harga yang cocok sekitar Rp18.000," imbuhnya.

Diharapkan dengan harga yang demikian semua golongan masyarakat, terutama penyuka kopi dapat menikmati kopi lebih sering. "Dengan harga (kopi kenangan) di bawah Rp20.000 orang bisa minum kopi tiap hari, paling tidak 2-3 kali seminggu lah," tandasnya.

Baca juga:
Alasan Kopi Kenangan Tak Masuk Bisnis Waralaba
Di Markas PBB, Wapres JK Soroti Anjloknya Harga Kopi Hingga 70 Persen
7 Hal yang Jangan Dilakukan Ketika Perut Sedang Kosong
4 Produk Olahan Hasil Bumi Indonesia Tembus Pasar Global
Survei HonestDocs: Tren Konsumsi dan Takaran Ideal untuk Minum Kopi
Apakah Aman Bagi Anak-Anak untuk Mengonsumsi Kopi?
Semarakkan Sail Nias 2019, Kemendes PDTT Gelar Festival Kopi Nusantara

(mdk/bim)