Kadin: Industri Tidak Langsung Tumbuh, meski Harga Gas Turun

Kadin: Industri Tidak Langsung Tumbuh, meski Harga Gas Turun
aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori
UANG | 26 Februari 2020 21:44 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai penurunan harga gas industri mulai 1 April tahun ini belum berdampak signifikan terhadap pertumbuhan industri dalam waktu dekat.

Achmad Widjaja, Wakil Komisi Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia, mengatakan dampaknya (penurunan harga gas industri) tidak semudah itu kemudian industri langsung tumbuh, karena ada faktor kondisi ekonomi nasional dan global. Apalagi harga gas industri sebelumnya cukup tinggi dalam kurun waktu lama yang menyebabkan pertumbuhan industri mengalami pelambatan.

"Mungkin industri bisa terlihat pertumbuhannya akhir tahun nanti, jika benar jadi diturunkan pada April 2020. Namun, jika batal diturunkan, industri akan terus mengalami pelambatan," ujar Achmad Widjaja dalam keterangan persnya, kemarin.

Menurut mantan ketua umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), ketika kondisi ekonomi stabil, industri sebenarnya bisa tumbuh di level tujuh persen dari semula lima persen. Namun, dengan kondisi ekonomi saat ini, bisa bertahan di angka lima persen, sudah bagus.

Ada lima industri yang akan terdampak jika harga gas industri turun, yakni petrokimia, pupuk, keramik, kaca lembaran, dan baja.

Baca Selanjutnya: Subsidi Industri...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami