Kadin Soal Pesangon di UU Cipta Kerja: Masih Lebih Besar dari Malaysia & Vietnam

Kadin Soal Pesangon di UU Cipta Kerja: Masih Lebih Besar dari Malaysia & Vietnam
UANG | 8 Oktober 2020 13:35 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Senin (5/10) lalu. Namun, sejumlah kalangan masih menolak atas kehadiran UU ini. Termasuk dari kaum buruh yang kluster ketenagakerjaan, salah satunya pesangon yang turun menjadi 25 kali.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani menilai, jumlah pesangon yang dibayarkan di Indonesia jauh lebih banyak jika dibandingkan negara-negara Asean lainnya.

"Walaupun ini diturunkan contohnya pesangon ke 25 kali itu masih yang paling tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya Seperti Vietnam mereka itu rata-rata di 10, Malaysia itu juga Thailand antara 10 sampai 15 dan itu pun masih tinggi," kata dia dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Kamis (8/10).

Dia memastikan seluruh pembahasan Rancangan Udang-Undang (RUU) Cipta Kerja sudah melibatkan seluruh elemen buruh. Di mana enam konfederasi serikat buruh dari berbagai bendera di ajak duduk bersama, melakukan pembahasan yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan di Kemenko Perekonomian.

"Kita berbicara dengan enam konfederasi buruh yang besar. Di bulan Juli selama tiga Minggu kita bertemu setiap hari dari pagi sampai malam. Selama tiga Minggu bertemu setiap kali mereka membawa 15 orang dunia usaha membawa 15 orang," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: 2 Konfederasi Buruh Walk Out...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami