KAI Beli 36 Lokomotif yang Bisa Serap Biodiesel 20 Persen

UANG | 11 November 2019 14:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan modernisasi lokomotif dan genset yang ramah lingkungan. Setidaknya, ada 36 unit yang siap dipesan untuk menggantikan kereta yang usianya sudah di atas 30 tahun.

Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo berkomitmen membangun industri transportasi yang sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan bakar yang minim emisi, yaitu melalui pencampuran biodiesel 20 persen (B20). Hal ini katanya sesuai dengan program pemerintah.

"Green energy ready, artinya teknologinya sudah siap B20 sesuai program pemerintah," kata Didiek, di Jakarta, Senin (11/11/).

‎Untuk merealisasikan komitmen tersebut, KAI akan menggunakan lokomotif dan genset kereta ‎yang kompetibel menyerap bahan bakar B20. Dalam waktu dekat, ada 36 lokomotif yang sedang dipesan dan akan dioperasikan pada 2021.

‎"Kereta kita akan kita modernisasi, ke depan kereta kita nggak ada lokomotifnya (terpisah-pisah), sudah tersambung. Kita ke depan green energy kita ganti genset," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Bagian Program Penggantian Kereta

Direktur Utama KAI, Edi Sukomoro mengungkapkan, pembelian lokomotif tersebut merupakan bagian dari program penggantian kereta yang usianya sudah di atas 30 tahun jumlahnya mencapai 672 unit di seluruh Indonesia.

Penggantian kereta tersebut dilakukan bertahap, sebelumnya sudah ada 300 kereta yang selesai dipesan. KAI pun telah menerbitkan obligasi dengan target Rp2 triliun, porsi peremajaan kereta tersebut dari obligasi tahap ke II 2019 sebesar Rp800 miliar.

"Kita berharap dalam obligasi ini yang kedua kalinya nanti akan digunakan untuk meremajakan kereta-kereta yang memang usianya sudah 30 tahun ke atas," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Bayar Utang dan Beli Kereta Baru, PT KAI Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun
Ketika Masinis dan Pegawai KAI 'Alih Profesi' jadi Guru SD di Garut
Mampukah Stasiun Manggarai Ambil Alih Peran Stasiun Gambir?
Rencana Pemindahan Stasiun Kereta Jarak Jauh ke Manggarai Dikritik, Ini Kata Kemenhub
Rencana Pemindahan Pelayanan Kereta Api Jarak Jauh
Menengok Calon Sentral Kereta dan Jalur Layang di Stasiun Manggarai

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.