Kalung Antivirus Corona Besutan Kementan di Produksi Massal, Ini Keunggulannya

Kalung Antivirus Corona Besutan Kementan di Produksi Massal, Ini Keunggulannya
UANG | 5 Juli 2020 15:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pertanian(Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) tengah mengembangkan antivirus Corona. Antivirus tersebut berasal dari Pohon Kayu Putih.

"Dari 700 jenis (tanaman), 1 yang bisa mematikan Corona dari hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan (Agustus) ini sudah dicetak, diperbanyak," ujarnya dikutip dari akun Youtube Kementerian Pertanian RI, Minggu (5/7).

Dalam video tersebut, antivirus Corona tersebut berbentuk kalung. Selain itu juga ada yang berbentuk roll on.

Syahrul menjelaskan bahwa antivirus tersebut sudah diujicoba. Hasilnya, antivirus tersebut dapat membunuh virus Corona dalam waktu 15 menit.

"Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen," jelas dia.

Badan Litbang Pertanian akan menggandeng perusahaan swasta yakni PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan inovasi dan hilirisasi terhadap produk berbahan eucalyptus yang disebut dapat menangkal Virus Corona.

"Dengan kerja sama ini diharapkan semakin cepat proses pengembangan produk untuk tersedia, sehingga dapat digunakan masyarakat sebagai pencegahan pandemi Virus Corona," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Djufry.

Ada pun hasil uji laboratorium antivirus berbasis eucalyptus mendapat respon positif masyarakat Hasil pengujian Balitbangtan terhadap berbagai tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus Corona, disimpulkan bahwa yang paling efektif ditemukan adalah pada tanaman eucalyptus yang memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).

Paparan hasil uji eucalyptus terhadap Virus Influenza, Virus Beta dan Gamma Corona menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.

Baca Selanjutnya: Gandeng Jepang dan Rusia...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami