Kapal Roro Berukuran Jumbo Milik ASDP Siap Beroperasi 15 Juli 2020

Kapal Roro Berukuran Jumbo Milik ASDP Siap Beroperasi 15 Juli 2020
UANG | 18 Juni 2020 10:44 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Kementerian Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menggelar rapat koordinasi persiapan operasional KMP Bahtera Nusantara 01 di Kepulauan Riau dan sekitarnya yang digelar pada Rabu (17/6). Dalam rapat tersebut diputuskan PT ASDP (Persero) siap mengoperasikan KMP Bahtera Nusantara 01 pada 15 Juli 2020 mendatang.

Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rusli Rahim mengatakan, kapal ini akan melayani rute pulau-pulau kecil di wilayah Kepulauan Riau mulai dari Tanjung Uban (Batam), Matak (Kab.Anambas), Penagi (Natuna), hingga Sintete di Kalimantan Barat.

"Insya Allah tanggal 15 Juli 2020 akan dioperasikan. Izin ini akan rilis setelah pemeriksaan Standar Pelayanan Minimal," kata Rusli dalam siaran pers, Jakarta, Rabu (18/6).

Dia menjelaskan, masih terdapat beberapa permasalahan yang harus diselesaikan oleh pihak-pihak terkait sebelum KMP Bahtera Nusantara 01 dioperasikan. Di antaranya melakukan survei alur beserta kelengkapan sarana bantu navigasi di Pelabuhan Penagi Kabupaten Natuna.

Selanjutnya memastikan keberlangsungan fungsi dari rambu-rambu yang ada di pelabuhan tersebut karena sebelumnya rusak, termasuk antisipasi terhadap sempitnya alur masuk di Pelabuhan Penagi. "Saya minta kebutuhan dan fasilitas penunjang pelabuhan agar segera dipenuhi sesuai mekanisme dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku," imbuhnya.

Pekerjaan lainnya, lanjut Rusli, yakni memastikan mekanisme pengelolaan pelabuhan, sumber daya manusia, ketersediaan listrik, air bersih untuk operasional pelabuhan dan kapal pada masing-masing pelabuhan. Hal itu perlu dipastikan sebagai bentuk pelayanan yang optimal bagi masyarakat.

"Perlu ada sinergisitas antara operator dan pengelola pelabuhan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat pengguna jasa," kata Rusli.

Dia berharap, pemerintah daerah memiliki kesiapan dalam pengelolaan pelabuhan setelah serah-terima pelabuhan dilakukan. Sebab perlu dilakukan koordinasi tindak lanjut antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator jika terdapat permasalahan yang belum terselesaikan terkait pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 01. (mdk/azz)

Baca juga:
Kondisi KM Dharma Rucitra III yang Karam Usai Alami Kebocoran di Padangbai
Aturan Baru, Kemenhub Wajibkan Penumpang Kapal Penuhi Protokol Kesehatan
343 ABK WNI Dievakuasi dari Kapal Pesiar MV Rotterdam, Langsung Jalani Swab Test
Tim SAR Temukan Kapal Kargo KM Odssey di Dekat Pulau Ra'as Madura
Kapal Kargo yang Ditumpangi 21 Orang Hilang di Perairan Pulau Bali
Titanic Pasti Minder, Cuma di Indonesia Kapal Tenggelam Penumpang Malah Ketawa Ketiwi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami